Danau Kelimutu NTT

IMG_6801 (1)

Bawaan untuk perjalanan 5 hari 4 malam Ke Flores : dimulai dari Denpasar – Kupang – Ende – Labuan Bajo.

Cerita awal perjalanan ini adalah ditawarin untuk ikut ke Pulau Komodo, Dibayarin, tinggal bawa diri aja.

Tapi karena sudah pernah ke Pulau Komodo tahun lalu jadi langsung menolak.

Ternyata deket-deket tanggal keberangkatan dikasi tau kalau tujuan pertama itu bukan Labuan Bajo

tapi Danau Kelimutu, di Ende. Langsung panik cari tiket denpasar – ende, karena mepet

harga tiketnya juga lumayan mahal, untuk urusan penerbangan lokal biasanya aku check via traveloka.com

IMG_6813

Yihaaa sampai di Bandara El Tari kupang, waktu transit aku gunain untuk beli Sim Card telkomsel,

karena cuma telkomsel yang hidup di NTT. Nunggu 30 menitan dan akhirnya melanjutkan perjalanan ke Ende

menggunakan pesawat baling-baling. Agak shock sih pas sampe di Ende, masak pas pesawatnya mendarat

di pinggir-pinggir jalan pesawatnya ada segerombolan anak lagi main bola.

IMG_8382 (1)

Karena bentuknya yang mini, naik pesawat ini berasa naik private jet, apalagi adegan turun tangganya, aduhaiiiiii

IMG_6834

Sampailah kita di Bandara H Hasan Aroeboesman, Ende. Bandaranya kecil, dari tempat kita nunggu bagasi aja

uda keliatan sambutan yang agak brutal dari supir-supir yang nawarin jasa mereka. Tapi sekali lagi dalam

perjalanan ini kita sudah dijemput supir. Gambarannya kalau mau sewa mobil untuk menuju Danau Kelimutu dari

Ende Rp 400.000 – Rp 500.000 (Mobil & Supir) belum termasuk bensin dan makan supir.

Untuk contact nya bisa hubungi 082244668938 atau 082328098244.

Kalau mau nyobain yang lebih tradisional bisa juga ke Moni (danau kalimutu) dari Ende naik truk

yang sudah di modifikasi, tapi dari segi kenyamanan ya jauh lah ya. Kalau berbanyak mendingan

sewa mobil kalau cuma sendiri ya mungkin naik Truk yang uda di modif itu bisa jadi pilihan.

IMG_8738 (1)

Setelah sampai di Ende, kita ga langsung menuju desa Moni, tapi jalan-jalan dulu di Ende.

Kunjungan pertama kita itu ke Rumah pengasingan Bung karno.

IMG_8386 (1)

Kemudian ke Taman Renungan Bung Karno, yang masih di renovasi.

Menurut bapak supir kita yang sekaligus jadi guide juga, dia bercerita bahwa pohon sukun

yang ada di depan patung ini merupakan tempat Bung Karno merenungkan pancasila.

IMG_8397

Gereja Christo Regi

IMG_8416 (1)

Sunset di Pantai Ria, dan baru kita melanjutkan perjalanan ke kampung Moni.

Kondisi jalan Ende menuju Moni cukup extreme, dengan kondisi jalan yang sempit di bagian kiri bukit yang sering

longsor, dan di bagian kanan jurang, berkelok-kelok tanpa lampu penerangan jalan.

Kampung Moni terletak lumayan dekat dengan Danau Kelimutu, terdapat banyak penginapan,

karena kita sampai di Kampung Moni sudah jam 10 malam, kita hanya butuh tempat untuk beristirahat selama

beberapa jam saja, karena jam 4 subuhnya sudah harus bergegas menuju Danau Kelimutu.

Hotel yang kita tumpangi harganya 150.000/kamar, bisa diisi 3 orang.

Jarak tempuh dari kampung moni menuju danau kelimutu kurang lebih 18 Km, kalau tidak menyewa kendaraan

seperti kita, kalian bisa sewa ojeg yang dikordinasi oleh hotel tempat menginap.

IMG_8660 (1)

Muka-muka bantal yang harus bangun jam 3 subuh ,

dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju puncak  danau kelimutu.

IMG_8657

Treknya seperti ini, jangan lupa bawa senter, karena jalanan super gelap tanpa ada satupun lampu penerangan.

IMG_8622

Waktu itu kita beruntung bisa menuju puncak kelmutu dengan bantuan bapak-bapak

yang akan berjualan minuman, karena kita sama sekali ga bawa senter, yang kita andalkan hanya sinar senter

dari HP yang bikin HP kita low battery sampai di puncak.

IMG_8548 (1)

Rupanya sudah banyak wisatawan yang mengambil posisi untuk menikmati sunrise.

IMG_8511IMG_7134

Seduhan kopi gingseng dari bapak yang tadi bantu kita menuju ke tempat ini, harganya Rp 5000,-

IMG_8559 (1)

Ini dia mimpi yang akhirnya jadi kenyataan, dari dulu pengen banget liat

Danau 3 warna ini, karena pernah liat di uang pecahan 5000 waktu SD.

Karena warnanya selalu berubah jadi aku ga lihat tuh pas warnanya merah, waktu kita kesana

warna danaunya : Biru, Hijau dan Hitam.

IMG_7159

Kita ga bisa foto 3 danaunya sekaligus, karena satu danaunya terletak di arah yang berbeda.

Masing-masing danau punya nama Tiwa Ata Polo (yang waktu itu berwarna hijau) :

yang menurut kepercayaan orang lokal merupakan tempat berkumpulnya arwah orang meninggal yang selama

hidupnya melakukan kejahatan. Tiwu Nuwa Muri Koo Fai (yang waktu itu berwarna biru) :

merupakan tempat berkumpulnya arwah muda-mudi yang meninggal.

1

Tiwa Ata Mbuou (yang waktu itu berwarna hitam) : merupakan tempat berkumpulnya

arwah orang tua yang telah meninggal.

IMG_8664 (1) IMG_8680    IMG_8589

Sponsor liburan kali ini disponsori oleh perempuan centil diatas ini.

IMG_6897

Setelah melihat keindahan danau 3 warna kita ga langsung pulang ke Ende,

tapi menyempatkan diri untuk berkunjung ke Desa Wologai.

IMG_6889

Di sambut anjing-anjing lucu ini.

IMG_8699

IMG_8717 (1)

Rumah tradisional Desa Wologai

IMG_8737 (1)

Beruntung bisa kesini dan bertemu langsung penduduk aslinya, jadi sempet denger cerita mereka.

Desa Wologai ini dihuni oleh 7 suku yang berbeda, sayangnya tahun 2012 yang lalu rumah rumah disini habis

terbakar disiang hari, hanya dalam waktu 14 menit saja semua bangunan habis terbakar.

Jadi bangunan yang saya foto ini merupakan bangunan baru.

IMG_6905 (1)

Beginilah pemandangan biasa di perjalanan Ende – Moni atau sebaliknya, karena tanah longsor semua harus

ikutan bantu menyingkirkan sisa-sisa longsor. Macet macet macet

IMG_8799

Untungnya pas sampai di Ende masih terang dan bisa jalan-jalan ke pantai lagi

IMG_8844

Sebelum akhirnya harus kembali beristirahat di penginapan karena mau melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo.

IMG_6947

Selama di Ende kita Bermalam di Hotel Safari, keadaan kamarnya seperti ini, harganya Rp 150.000/ kamar

karena bisa diisi 3 orang jadi perorang cukup bayar Rp 50.000, lokasinya deket sama bandara.

Jadi ga ada cost transportasi untuk menuju bandara, kita cuma tinggal jalan kaki aja.