Bangkok
Thailand
Kalau pertama kali ke Bangkok pasti tujuan utama lokasi yang dikunjungi adalah Grand Palace dan tempat-tempat historical lainnya, karena ini sudah kunjungan kesekian kalinya jadi kunjungan kali ini selain untuk makan makanan enak dan temu kangen dengan mango sticky rice dan thai tea pinggir jalan beserta cafe dan restaurant lucu lainnya. Tiket boleh promo tapi apalah bangkok tanpa belanja, makan enak dan cafe hopping. First thing first, kunjungan ke tempat yang jual make-up ga penting tapi lucu menurut aku ( karena aku sendiri ga pake make-up) jadi cuma beli yang lucu - lucu atau sekedar liat liat, Mulai dari Boost, EveandBoy, Watsons. Terminal 21, Menunggu check in airbnb jam 2 kita mampir di mall Terminal 21. Food courtnya menyediakan makanan-makanan enak dan murah, bisa titip koper (FREE OF CHARGE) maximal 3 jam selebihnya bayar. Nama tempat penitipannya : Luggage delivery & storage by Airportels, ada di beberapa mall lainnya. Asiatique The Riverfront ga rekomendasi kalau kalian pergi sendirian, uda jauh ga ada yang special. Ini cocoknya kalau pergi sama keluarga, liat pemandangan kota Bangkok  yang berbeda, karena aku perginya sama orang tua jadi seneng mereka kesini akunya sih ga suka, uda jauh banget dari kota ya gitu gitu aja isinya. Gourmet Market di Siam Paragon, Produk produk yang dijual di supermaret di Bangkok itu sangat menyenangkan untuk dilihat dan dikomentari, Bisa habis waktu sekitar 2 jam untuk keliling keliling dan amaze sama produk yang dijual, super lengkap packagingnya bagus dan lucu, variant nya lebih banyak dan beragam, Contoh shampoo Merk sebut saja Pantene, kan biasa kita lihat di Indonesia, nah ini dijual dengan kemasan berbeda, variant yang lebih banyak dan bentuk packaging yang jauh lebih unik. Selain Mango Sticky Rice menu wajib yang dimakan/minum setiap harinya adalah Thai Ice Tea, aku lebih suka beli di pinggir jalan ketimbang di Food Court / Restaurant. Matchbox Siam Toko baju yang lucu dan harga juga oke, diatasnya ada cafe yang serba pink namanya Pink Plater Cafe. The Commons daerah Thonglor, cafe lain yang bisa jadi rekomendasi untuk kalian di daerah Thonglor adalah Warm Wood Cafe. Unicorn Cafe, lucu banget sampe akhirnya sedikit sakit mata karena keramean, tapi mau minum atau makan merasa bersalah sama badan yang sudah tidak muda ini (warnanya seperti mengandung gula yang sangat banyak). Mampir ke salon dan meja kasirnya lucu sekali Explore daerah Siam untuk  belanja dan nemu toko ini . Di Daerah siam juga kalap beli casing hp, sampai jadi jasa penitipan waktu upload casing lucu lucu ini di instastory. Assumption Cathedral Bangkok Floating Cafe untuk liat sunset yang harganya murah meriah, lokasinya di dekat hotel Shangri La. Toko Baju yang namanya ga kayak toko baju, Lokasi di deket mall Siam Paragon depan zoo cafe. Belanjaan terbaik selama di Bangkok, nemu di MBK. Izinkan saya mengambil foto di Pinterest karena waktu kesana HP ketinggalan, Cafe ini Namanya Shugaa, Yang pengen cari dessert cafe ini bisa jadi salah satu rekomendasi. Bank Art and Culture Center dari National Stadium Station BTS. Siapa tau dari kalian ada yang mau buka jastip / Open PO baju bangkok barangkali info ini sedikit membantu bahwa ada studio lucu lucu seperti ini yang bisa di sewa setengah hari untuk foto-foto. Jadi kalian sendiri modelnya di fotoin temen atau sebaliknya .  
Komodo National Park
Flores
Kembali lagi untuk ke 3 kalinya ke Labuan Bajo flores, untuk Live on Board Komodo. Persiapan yang paling ngerepotin dari LOB ini adalah memilih kapal dan mencari beberapa temen yang mau join. Banyak banget pilihan kapal berbagai macam harga dan fasilitas yang berbeda-beda. Karena kita sudah booking sailing trip 3 Hari 2 Malam, hasil pencarian temen aku, jadi sudah dijemput di Bandara. Berikut harga transportasi dari bandara menuju hotel / kota lainnya. Karena perjalanan di kapal baru dimulai hari Jumat pagi (kita pilih weekend), Jadi kita sampai di Labuan Bajo kamis sore dan bermalam di Labuan Bajo. Baru dateng, masih putih banget. 3 hari 2 malam di kapal All Star, arrange trip nya sama Eastnesia Trip. Ada 3 kamar dengan kapasitas 10 orang, dan kita hanya bertujuh, 3 hari 2 malam Rp 2.500.000 kamar nya ber AC, kamar mandinya ada 2, Makanannya enak enak dan ada beberapa spot bonus di luar itinerary yang dijanjikan. Belum lagi waktu itu guidenya (Mas Denny) dilengkapi kamera yang mumpuni dan go pro juga jadi ga repot-repot, setiap trekking pun dia selalu bawain air mineral. Banyak sekali spot baru disini dibandingkan 4 tahun lalu. Ini kita di Pulau Kelor, destinasi pertama. Medan trekkingnya lumayan extreme, harus berhati hati sekali. Karena weekend, ini hitungannya ramai sekali. Semua foto - foto di blog ini kumpulan dari camera kita semua jadi bukan aku semua yang foto. Mas Denny siap dengan Laptopnya jadi di hari terkahir kita bisa puas transfer transfer data dari kamera masing-masing. Dermaga Manjarite disaat kita nyobain makan bulu babi untuk pertama kalinya. Pulau Rinca, karena uda 3x kesini dan lagi lagi dan lagi ketemu komodonya di bawah dapur yang ngumpul itu fotonya bisa dilihat dipostingan blog lama aja ya keadaan pulau rincanya. Sunset di Pulau Kalong, melihat ribuan kelelawar menutup hari pertama di Taman Nasional dengan sempurna. Sunrise Trekking, Pulau Padar. Mulai trekking jam 5 pagi. Enak banget sudah ada tangganya, tapi tetep aja capek. Sadar akan kadar keringat yang berlebih saya pun ganti baju, karena banyak drone lalu lalang, ini tipsnya. Bawa sarung dan selesai deh, sudah berganti baju dan ga keringetan lagi. Pulau tercantik yang pernah aku kunjungi di Taman Nasional Komodo. Pilihan yang tepat kesini buat sunrise, karena waktu kita turun dari pulau padar jam 7:30 sudah tambah ramai. Sering menjadi perdebatan bulan apa yang bagus untuk berkunjung ? Apakah saat savana berwarna hijau atau kuning ? Bulan Agustus beberapa tahun lalu saya berkunjung warna nya kuning, dan kali ini Bulan April warna nya hijau. Kalau ditanya mana lebih suka ? Suka saat berwarna hijau. Anting mba nya yang super drama, lumba lumba bisa loncat . Check her blog : https://veiledofjoy.wordpress.com. Tangga di pulau padar. Pink Beach Namo, lebih pink dari pink beach pulau komodo. 4 hari 3 malam di sini aku cuma bawa 1 tas ransel kecil, yang masuk bagasi malahan floaties ini dan ekor duyung. Hari itu kita merupakan kapal pertama yang sampai di Namo, sepi sekali seperti pulau pribadi, sampai akhirnya dateng beberapa kapal lainnya. Underwater Pulau Namo ini oke sekali tapi banyak ubur ubur. Setelah puas di pink beach namo kita berpindah ke pink beach yang pertama yang terletak di pulau komodo. Setiap bukit yang kita datengin pasti selalu aja kita treking, karena ga bosen bosen sama pemandangannya semuanya beda beda, jadi dalam sehari kita bisa 2-3x hiking, terus berenang terus makan. Di bawah itu pink beach yang di pulau komodo. Selesai dari pink beach dan makan siang, saya ketiduran dirooftop kapal, tiba tiba dibangunin dan tujuan berikutnya ini adalah Taka Makassar, layer warna lautnya dan pasirnya. TOLONGGGGGGG pemandangan macam apa ini Setelah dari Taka Makassar dilanjutkan ke Manta Point mencoba peruntungan, ternyata ketemu 5 manta. Hanya ada video ga ada foto mantanya, bisa kalian liat di instagram, kalau yang ini sih aku ya bukan manta nya . 3 hari 2 malam di laut tanpa signal, makan enak, puas tidur, dan lihat pemandangan seperti ini setiap harinya. Sunset Hiking, Gili Lawa Darat Ga disangka ternyata 3x kesini masih belum bosen juga, semoga ada kesempatan untuk kembali lagi karena taman nasional komodo / labuan bajo / flores memang salah satu destinasi favorite saya.
Singapore
Singapore
Biarpun ke Singapore bisa dibilang sering, tapi setiap kesempatan selalu tinggal di daerah berbeda. Bukan kali pertama tinggal di daerah Little India, tapi memang traveling itu selalu ada aja yang bikin berbeda. Kali ini berkesempatan tinggal di Village Hotel Albert Court . Lokasinya dekat sekali dengan Little India dan Bugis, masih dalam grup Far East Hospitality  kalau masih ingat dengan postingan blog di Singapore sebelumnya atau bisa klik disini. Konsepnya pasti berbeda, Village Hotel Albert Court ini lebih laid back dan heritage, dari bangunanya bisa dilihat, tamu yang menginap juga rata-rata adalah keluarga atau middle age. Mini Garden di sekitar kamar. Albert Cafe , tempat breakfast. Kamar yang aku tempati, merupakan club room , jadi bukan di main building yang ada di lobby. Kamarnya lebih luas dibandingkan dengan deluxe room atau superior room. Fasilitas handy phone tetep ada, seperti di hotel Quincy. Karena kita stay di Club Room maka dimanjakan juga dengan fasilitas complimentary evening coctails at lobby. Karena bangunan lama (heritage juga) sehingga tidak bisa dilakukan banyak perombakan, jadi di hotel ini tidak ada kolam renang tapi ada jacuzzi pool. Hot & Cold Jacuzzi. Sskip sarapan di hotel untuk sarapan di Ya Kun Kaya Toast, Ya Kun Kaya Jar ini harus banget dibeli, enak. Berapa kali lewat Tekka Centre tapi belum pernah berkunung sekalipun, kali ini kita akan makan siang plus food tour di tekka market. Nasi Biryani, Masala Dosa, Appam, Prata, ebuseeeeettttt ini porsi sharing tapi banyak juga ya. Karena bukan penggemar makanan berkari dan memang ga suka makanan India aku cuma comot-comot berujung kenyang, ga cuma makan doang ini kita dijelasin juga sambil makan mungkin itu  ya yang bikin comot comot dikit (padahal katanya ga suka makanan berkari) tapi kenyang . Kita di guide oleh  food explorer dari Wok  'n' Stroll.  Karena kita duduk pas di depan Temasek Indian Rojak otomatis ini ada dalam menu makan siang kita. Favorite diantara yang lainnya, Rujak nya bukan buah buahan kayak kita biasa makan, tapi gorengan sambelnya pedes gitu kayak sambel batagor / siomay. Cobain deh kalau ke Little India mampir ke Tekka Market untuk makan ini. Setelah makan siang kita berkeliling ke area pasar yang menjual bahan bahan makanan dan bumbu bumbu kalau antara Singapore sama Indonesia ya ga kaget-kaget banget lah sama isi pasarnya, sama sama saja cuma disana lebih bersih. Hanya saja ada 1 toko di Tekka Market yang menjual sayur mayur dan bahan makanan dengan memasang lagu jazz / salsa. Impulsive Girls : Satya, Yuki, Mariza. Mural dan Bangunan warna -warni di kawasan Tekka Market , untuk stop MRT nya Rochor . Semua tempat ini hanya tinggal jalan kaki dari Village Hotel Albert Court. Dinnernya di Nox, yang ini bener-bener pengalaman yang seru dan berkesan sekali. Kita makan 100 % gelap belum tau apa yang dimakan / diminum, yang melayani kita adalah orang buta jadi kita sama sama merasakan seperti dia , makanannya di piring kecil - kecil setiap sesi selalu ada 4 piring yang kita makan searah jarum jam, kenapa searah jarum jam ? supaya saat selesai kita makan kita yahhh lumayan inget lah sama apa yang kita makan, selesai makan kita ditunjukin tuh apa saja yang kita makan. Yang aku suka dari konsep dine in the dark ini adalah : ga ada yang main HP ! semua ngobrol, ketawa - ketawa sibuk nebak - nebak apa yang kita makan. Oh ya semua makanan sampai minumannya enak semua. Kita bisa milih menu nya misalnya kita vegetarian / minta yang halal. pokoknya ini juga harus dicobain deh. Selesai makan kita mengisi tebakan makanan yang kita makan disebuah kertas , mulai dari makanan pembuka, utama dan penutup. Waduh segitu sok taunya kita tanpa mata ternyata, karena saya sendiri banyak yang salah tebakannya. Oh ya minuman yang diatas rasanya itu rasa popcorn. Amazing !!!!!!! Heritage Walk bersama Uncle Alferd masih di kawasan Little India. Langsung girang lagi asik asiknya dijelasin suatu cerita sama uncle, ngeliat kumpulan burung ini kita malah sibuk foto- foto sama burung-burung ini . Bersama Yuki, yang dengan baik hatinya foto - fotoin aku, ternyata kita sama sama suka pakai dress juga dan di hari pertama di singapore kita uda shopping bareng, last minute sebelum mallnya tutup. Sri Veeramakaliamman Temple, salah satu temple tertua di kawasan Little India. Tidak ada biaya masuk alias Gratis, dan disediakan kain apabila pakaian yang kita gunakan  terlalu terbuka. Masjid Abdul Gafoor, masih berlokasi di Little India. Cantik warna kuning, hijau dan arsitektur dari bangunan masjid ini, berbeda dari masjid - masjid yang aku lihat sebelumnya. Terdapat banyak tempat makan disekitra Masjid Abdul Gafoor ini. Eat Like a local, ini bener-bener enak restaurant nya lokasinya jalan kaki 2 menit dari Village Hotel Albert Court. Pas disamping gedung LaSalle , yang kita pesen kwetiaw, ayam goreng mentega, udang telur asin, semuanya enak. Puas poll pokoknya selama menginap di Village Hotel Albert Court perut ga pernah kosong, banyak tempat makan enak yang deket bisa dijangkau hanya dengan jalan kaki saja. Complimentary 2 hours Airport Lounge Access yang aku dapat karena tinggal di Far East Hospitality dengan pilihan paket menginap tertentu* aku pergunakan sebaik-baiknya. Kalian bisa check di websitenya langsung saat pemesanan . Sampai jumpa lagi Singapore, dan terima kasih Far East Hospitality untuk impulsive trip yang sangat menyenangkan ini. Pemesanan dan Info lebih lengkap mengenai Village Hotel Albert Court dapat melalui http://www.villagehotelalbertcourt.com.sg
Bali
Bali
Pembahasan kali ini akan terasa panjang, bukan karena tulisannya melainkan karen foto-fotonya, karena seringnya ditanyain beberapa tempat "baru" di Bali mulai dari Kuta, Seminyak, Canggu, Ubud dan Jimbaran, di postingan ini akan dibahas beberapa tempat makan / minuman di Bali yang bisa jadi referensi kalian kalau berkunjung ke bali : 1. Kynd Lokasinya di daerah Petitenget buka dari jam 6 pagi, karena tempatnya sempit . Tempatnya menarik, didominasi warna kesukaanku, PINK. Musti sabar kalau makan / minum kesini melihat pemandangan "Let the camera eat first" bukannya gimana emang lucu sih minuman dan makanannya. Tulisan yang bikin senyum senyum sendiri, Terima kasih. MUSTI COBA : Pink Latte . Enak sekali. Capuccino Berry Tropical Smothies Bowl, bisa request tulisannya coba. GEMASH ! Karena sudah lebih dari 2x kesini aku rekomendasiin tempat ini kalau kalian mau sarapan / ngopi. 2. Neon Palms Lokasinya masih di Petitenget, sebelah toko Bali Boat Shed, Lantai 2 nya ini neon palms. Sungguh-sungguh-sungguh ( sampai 3x ) menarik Interior dan pemilihan warnanya, lain dari yang lain. Seperti di hutan tropical warna warni, details nya aku suka sekali sampai ke restroomnya juga menarik. Karena aku kesini pas lagi capek-capeknya jalan kaki dan butuh minum yang segar aku hanya order minuman & mango chia pudding. 1 hal yang agak mengganggu dari kunjungan aku kesana adalah pemilihan lagu dan volume musik yang menurut aku terlalu keras ( saat itu ya, saat aku kesana ). 3. 1/15 Coffee Berlokasi di kawasan Potato Head / Katamama Hotel. Tersembunyi dan sepi, aku suka 4. Mano Beach club yang ga neko - neko, harga masuk akal, ga begitu ramai (waktu aku kesana sih begitu) uda 2x. Ada kolam renang, dekat pantai dan tidak ada minimum order. Lokasinya di Pantai Petitenget, dekat pura. Spot sunset favorite aku juga di pantai petitenget, langsung di pantainya, pas di depannya mano . 5. Cabina Bali Lewat sering, keinginan berkunjung enggak ada, akhirnya berkunjung juga untuk beli es krim. Ramai sekali tempatnya, banyak yang foto disetiap sudutnya (artinya lucu dan menarik tempatnya) dan ada kolam renangnya, Oke akan coba berenang dan makan disana next time. Lokasinya di Batu Belig. 6. Kakatua Lounge Berlokasi di Jalan Drupadi seminyak, di hotel tijili lebih tepatnya. Colorful sekali, biarpun kita tidak menginap di hotel tijili, Kakatua Loung terbuka untuk umum. 7. Bali Bowl & Smoothies Chia seed dikasi susu + Granola + Buah, nah itulah kira kira yang saya pesen, lupa namanya tapi enak sekali. Lokasinya di Canggu. 8. La Brisa Lokasi nya di Echo Beach, Canggu. 2x kesini cukup ga mau lagi karena ramai sekali, padahal tempatnya asik. Cocok untuk lunch terus berenang / cocktail drink menunggu sunset. 9. Pablo Lokasinya di Canggu, buka nya baru sore hari. Datang untuk Pizza dan cocktail. Kalau datengnya siang-siang belum buka, cuma bisa ngemper seperti ini. hehe 10. Secret Spot Berlokasi di Canggu, datang untuk yogurt ( ada beberapa pilihan rasa ), harga tergantung berapa banyak kita ambil ( ditimbang ) toppingnya pastinya sehat. 11. Mimpi Manis Bukan restaurant sih tapi nanggung, lucu juga toko nya . Lokasi di Canggu. Waktu foto toko ini belum buka, jadinya masih dipenuhi koran kaca-kacanya. 12. Yellow Flower Cafe Rekomendasi temen aku, Fitri. Dia kasi tau hidden gem di Ubud ini. Suka sekali suasana di cafe dan jalan menuju cafe ini . Lemongrass teanya aku paling suka, tidak ada sedotan yang disediakan hanya batang daun pisang sebagai pengganti sedotan / langsung diminum langsung dari gelas. 13. Akasha Restaurant Berlokasi di Ubud, ada kolam renang, view sawah, bangunannya unik dan terhitung sepi. Setiap weekend ada acara dance / live music, bisa check di facebook mereka.