Jodhpur
India
Setiap orang punya style traveling yang bereda-beda ada yang suka travelingnya lama lama misalnya sekalian 1 bulan atau 3 bulan bahkan setahunan, ada yang cuma seminggu atau 2 minggu. Ada yang sukanya naik maskapai tertentu dan anti sama beberapa maskapai, ada yang suka nginep di hotel berbintang, hostel , airbnb. Ada yang suka shopping, ada yang suka tidur siang pas lagi traveling,ada yang cuma kuliner aja, semua ga bisa disamain, dan karena itu juga kalau kalian nanya berapa budgetnya kalau kesuatu tempat aku paling ga bisa jawab. Kasarnya gini aja kalau emang ga ada duit atau pas pas an  nih ga punya tabungan lebih baik ditunda dulu aja. Sampai kamu ga ngerasa khawatir, khawatir  kemahalan disana abis uang dll. Selama kurang lebih 12 hari di India tibalah saatnya di Jodhpur, Kota terakhir yang kita kunjungi karena kota inilah terdapat bandar udara dengan rute langsung ( tidak transit ) ke New Delhi. Jodhpur dikenal dengan nama lain yaitu Blue City. Tidak banyak yang akan kita lakukan disini kecuali banyak istirahat dan chill. Uang cash menipis, di India bukan di eropa yang semuanya bisa bayar pakai kartu. Jadi di kota terakhir ini kita skip Fort ( karena uda bosen juga ) dan semua perjalanan rata - rata pakai ola / grab supaya bayar via kartu kredit, cashnya hanya untuk makan saja. Belanja juga sudah tidak lagi karena koper uda penuh haha. Beberapa tempat wisata yang bayar kita ga masuk, hanya dari luar seperti ini, Jaswant Thada temple.  Orang India sangat menghormati binatang , Sapi terutama . Pagi pagi kepasar beli roti dan dikasi kepada sapi sapi yang dilewati saat mereka jalan pulang. Saya sempat bertanya emang sapi-sapi ini tidak ada yang punya dan dilepas begitu saja ? Jawaban dia adalah ada yang punya tapi di lepas supaya cari makan sendiri. Sebetulnya kalau dibilang semua rumahnya biru semua tidak juga, lebih ke gang gang kecil dan (menurut saya ya) bau pesing yang terdapat beberapa rumah yang berwarna biru. View dari Mehrangarh, tidak semua biru kan seperti di foto foto google. (mungkin sudah pudar) Pemandangan dan bangunan seperti ini yang buat India semakin menarik, Banyak warna. Dress yang saya beli di Jaipur. Mehrangarh Fort . Kakek kakek aneh yang maksa minta di foto dan foto bareng ( tapi pake kamera kita ). Ya sekian cerita selma di India, Banyak yang menanyakan berapa menghabiskan uang untuk bepergian ke India, Sekali lagi itu sangat bereda - beda tergantung kaliannya. Intinya jangan pernah takut mencoba, Di india makan dan penginapan murah, Transportasi yang aku pakai untuk berpindah - pindah dari suatu kota Kereta ( Kelas 2, tier 2  atau 3) sudah berAC dan nyaman. Selama di India menggunakan nomor lokal (Vodafone), Visa india di apply 3 hari sebelum keberangkatan ( Jangan di tiru ). India aman dan menyenangkan jangan terpengaruh sama tulisan tulisan aneh yang beredar diluar sana, kalau kalian ga cobain dari mana bisa tau ? kalau cuma takut dan takut ya ga bakal bisa sampai kemana - mana. Dulu saya baca buku Agustinus Wibowo, Titik Nol dan ada kata kata dibuku itu yang menyebutkan kurang lebihnya seperti ini : " Kalau kalian ke India hanya ada 2 impresi saja, SUKA banget sama TIDAK suka banget" dan untuk pengalaman saya, saya pribadi sangat teramat SUKA sama India, perjalanan ini sangat berkesan dan agak susah dilupakan. Dan yang pasti, akan kembali lagi suatu saat nanti.
Jaisalmer
India
Dari Jaipur kita melanjutkan perjalanan menuju Jaisalmer, dengan kereta yang kita tumpangi selama 15 jam beserta delay, kali ini kita ga akan takut ketiduran di kereta karena Jaisalmer merupakan destinasi terakhir di kereta yang kita tumpangi. Website untuk check kereta india itu delay / cancel bisa dicheck di website ini. Sesampainya di Jaisalmer kita langsung menuju hotel dengan jasa jemputan di train station, tapi ga samantha namanya kalau tidak drama, dalam perjalanan ini aku booking sebuah Hostel, karena ngerasa perlu istirahat sebentar sebelum ikut tour safari ke gurun, tapi karena keretanya delay sekali jadi kita akan sampai disana siang hari, aku cancel lah hostelnya. Toh kita ikut tour safari di tempat kita menginap selanjutnya jadi aku minta jemputan di train station. SAMPAI LAH ... melihat namaku terpampang di kertas penjemputan naik lah ke jeep dan taunya lah kok dibawa ke hostel yang aku cancel, kan aku uda bilang aku cancel. Beruntung punya nomer lokal aku langsung whatsapp pihak Hotel untuk jemput karena ada kesalah pahaman, untung ga sampe bacok-bacokan yaaaaa dan akhirnya kita sampai di Hotel yang, Indah sekali. Oke kita belum check in ya karena langsung ikut safari tour ke gurun jadi hanya bawa tas kecil dan barang seperlunya, makan siang ala militer cepet- cepet dan bergegas naik jeep untuk pergi ke gurun . 45 menit perjalanan menggunakan Jeep, berkenalan lah kita dengan Unta yang akan membawa kita ke gurun. Sewaktu di hotel sempet ditanya, kamu ini mau naik unta lho , yakin pakaiannya seperti itu. Yakin lah, ini kan bukan bodycon dress gimana sih abangnya, jelas-jelas bisa ngangkang naik unta dengan leluasa 1.5 jam perjalanan ngangkang ini guys, belum lagi panasnya ya ya ya ampun . Ga kebayang buat kalian yang mau kesini saat summer, GOOD LUCK ya. Jadi ceritanya kita ini akan liat sunset di tengah gurun, gurunnya sepi ga ada turis katanya HYEEE bukan ga ada turis lagi lebih tepatnya ga ada siapa-siapa selain kita, 3 unta, 2 abang-abangnya. View di sepanjang perjalanan, camel safari. Jadi sampai lah kita di dunes nya , yang sepi tanpa turis itu, signal aja ga ada, ya bye bye kalau kenapa - kenapa ga rekomen buat kalian yang ke India cewe - cewe hanya berdua untuk ikutan tour seperti ini. Biarpun staffnya baik banget ya tetep aja kebayang ngerinya kalau ini cuma aku & saknia. WAW ! Dan lucunya lagi aku kira kita bakal camping lah dibuatin tenda oh tidak, sesampainya di dunes ini ada seperti gubuk kecil tempat mereka simpan ranjang, kasur dan selimut ini semua, di tarik setelah sunset dan ya selamat menikmati suasana gurun. Sebenernya banyak seklai paket paket tour safari yang ditawarkan, tapi kita lebih ke yang pasrah aja pokoknya kesana, merasakan tidur di gurun, Harga tour yang kita ikut itu 1800 rupee, dari pihak hotel suraj yang rekomendasi. Jangan ngebayangin ada toilet ya, disini semua gali sendiri kubur sendiri boker lah, pipis lah . Jadi kalau emang kalian bukan tipe orang yang bisa berkegiatan seperti itu coba di cari safari tour yang lebih mahal atau mencari resort di gurun. Aku kira kita bakal diajak ke Thar Desert yang besar itu karena memang ini sudah dikawasannya tapi ternyata ini tidak sebesar yang saya bayangkan, jadi masih ada alasan untuk ke Sahara, awalnya saya sempet berfikir India ini mirip seperti maroko (sok tau) jadi bisa ditunda dulu keberangkatan ke maroko dan cari destinasi lainya. Terbangun dengan suara lonceng unta yang di taruh di leher unta, untung ga dicium, dan menerima kenyataan bahwa semalam saya kedatangan bulan (biasa wanita) dengan hanya berbekal tissue basah yang saya bawa, harus survive sampai nanti siang + kembali nangkang naik unta selama 1.5 perjalanan pulang. Chai tea merupakan minuman sehari-hari orang india, Bumbu masala ditaburkan dan dimasukan kesegala jenis makanan sampai-sampai roti sarapan kita mengandung bumbu masala juga. Kembali ke kota Jaisalmer dan pilihan hotel kita sangat tepat sekali, Hotel Suraj , berlokasi di dalam fort Jaisalmer, di gang gang kecil dan sempit yang tidak bisa diakses kendaraan, sehingga kita harus berjalanan kaki untuk menuju ke hotel, dan hal yang terindah adalah, KAMARNYA. Bangunan lama, tanpa AC, tapi suasananya tidak terkalahkan belum lagi kalian harus check sendiri harganya , OH I LOVE INDIA. Duh berasa pengen jadi reseller tas ini lama-lama dibawa semua ke Bali, semua tas ini rata-rata harganya 20.000. Setiap ada tukang tas gini pasti aja berenti, liat-liat berujung beli. Keadaan kota Jaisalmer, di dalam fort. Bebatuan coklat mendominasi seisi kota. Textile shopping. Explore Jaisalmer diluar fort, setiap sudutnya terdapat detail detail ukiran batu yang tidak boleh terlewatkan. Pagar rumah full dipager karna banyak sapi berkeliaran, eits jangan salah , saya sampai sampai ketiban pengalaman sial lagi, lagi foto-foto di gang ini tiba-tiba ada sapi lewat maksud hati berbalik badan itu ngasi jalan kayak gih lewat eits malah di sodok pantatku. ASEM. Semenjak kejadian itu takut sama sapi sapi India. BYE SAPI ! Haveli, uda ga punya uang dan males untuk masuk masuk ke dalam haveli. Pemandagan fort dari gerbang utama, tempat terakhir mobil bisa mengantar kita . Dari rooftop hotel suraj. Mulai Oktober 2017 sudah ada bandara kecil yang beroperasi di Jaisalmer jadi sangat amat mempersingkat waktu tempuh kalau kalian ga punya banyak waktu, karena to be honest kereta di India selama yang aku naikin ga pernah on time dan kalau delay bukan hanya 1 - 2 jam tapi bisa 5 jam an . Belum lagi delay lagi nanti diperjalanan. Tersisa 1 kota lagi yang belum ditulis, ditunggu cerita selanjutnya .
Jaipur
India
Setelah mengunjungi Taj Mahal di Agra kita melanjutkan perjalanan ke Jaipur,  menggunakan kereta selama 3 jam perjalanan, ga India namanya kalau kereta enggak delay, kali ini delaynya 2 jam an . Untuk tiket kereta sendiri kita selalu pilih 3 tiers AC kalau perjalanan kurang dari 5 jam . Sesampainya di Jaipur kita buka aplikasi ola / uber sebagai harga pembanding dengan  yang ditawarkan supir taxi di Stasiun . Hostel yang kita pilih Blue Beds hostel, super nyaman staff nya sangat membantu dan ramah , mereka dengan sangat canggih dan kepikirannya memberikan rekomendasi makanan dan cafe cafe via whatsapp, sungguh ide cemerlang, dan mereka juga yang berjasa membantu kita mendapatkan tiket kereta yang kalau kita pesen online statusnya sudah waiting list, ternyata mereka bilang bahwa ada emergency tiket yang dijual beberapa jam sebelum keberangkatan, oh terima kasih . Untuk lokasi sendiri dekat dari stasiun kereta untuk menuju pusat kota kita naik tuk tuk atau taxi sekitar 40 - 70 rupee. Di common room hostel setiap malamnya ramai, kita bisa order makan / minuman, nonton bollywood film atau sekedar ngobrol. Hostel blue beds menawarkan full days tour ke berbagai macam tempat yang populer di kunjungi di Jaipur naik tuk tuk dari jam 9 pagi sampai 5 sore, menggunakan tuk tuk harganya 850 rupee, karena kita bertiga harga ini sudah sangat murah, harga tersebut hanya jasa supir tuk - tuk nganterin kita ya , belum termasuk tiket masuk ke berbagai tempat tersebut dan makan siang . 1 rupe = 200 rupiah Duh jangan dihitung deh harga segitu murah sekali, India murah !! hehe Yang pertama akan dilakukan supir tuk tuk adalah mengajak kita ke tempat Lassi , fresh masih pagi dan memang bener lassi ini enak sekali, hanya 20 rupee disajikan dalam pot tanah liat yang sehabis minum kita langsung pecahkan dan buang tempatnya. Kagum sekaligus shock karena Indonesia jauh kalah dari India, di India mereka sudah sangat sadar kalau plastik itu tidak bagus untuk lingkungan, dan mereka bener-bener serius mengurangi plastik. Kalau belanja oleh oleh baju / tas di pinggir jalan pasti hanya di bungkus koran. Kalau liat sapi , kambing , monyet dan babi berkeliaran di jalan sudah biasa, kali ini lihat monyet jenis yang lain di perjalanan menuju Jaigarh Fort. Tidak terlalu banyak yang kita lihat waktu itu, hanya cannon besar dan entah kenapa orang india suka sekali foto bersama cannon (fotonya selfie) bukan minta difotoin orang. Amer Fort, menuju fort kita bisa menggunakan 2 opsi : Jalan kaki dengan menaiki tangga dengan gangguan kambing / para penjual yang menjajalkan jualannya , opsi kedua dengan naik gajah. Karena selama ini di film-film India selalu lihat ular cobra menari waktu akhirnya melihat langsung sangat excited sampai akhirnya melihat dari dekat bahwa ularnya itu seperti buta dan hati-hati ini scam, mereka sengaja menyuruh kalian pegang ularnya, sehabis kalian pegang ularnya disuruh bayar 2000 rupee (gila). Ya kita kena jebakan ini tapi akhirnya kasi 20 rupee aja dan suruh mereka para peniup suling ular ini berdebat sama supir tuk tuk yang mengantar kita. 1135AD restuarant, sebelum masuk ke dalam Amer Fort kita berkunjung ke restaurant ini. Bukan untuk makan tapi untuk lihat lihat saja, dan ternyata pegawainya luar biasa ramah  sampai mau repot ngasi kita welcome drink dan memperbolehkan kita lihat ke dalam restaurant. Kalau dilihat dari foto-fotonya banyak orang penting dunia berkunjung ke restaurant ini salah satunya Prince Charles. Dulunya tempat ini adalah salah satu ruangan Raja. Masuk Amer Fort pake KTP ngakunya itu kartu pelajar haduhhh nakal, jangan ditiru (resiko ditanggung sendiri). Dapet harga diskon dan tiket masuk amer fort berlaku ke beberapa tempat lainnya di Jaipur, jadi kalau kalian  ke Jaipur kunjungi Amer Fort terlebih dahulu supaya tidak rugi. Detail di dinding yang begitu indah, Saat ini juga saya memutuskan bahwa Jaipur menjadi kota favorite saya di India, padahal masih ada 2 kota lagi setelah Jaipur yang akan saya kunjungi. Taman yang terurus, detail bangunan yang setiap sudutnya sungguh cantik, pemandangan sekitar dengan tembok dan hutan . Amer Fort harus sekali dikunjungi. Ganesh Pool, Dibalik foto ini ada ratusan mata yang tertuju pada kita, Rupanya pengalaman saya di India itu kalau diliatin orang india ya ga tanggung - tanggung, terus diliatin dari atas sampe bawah enggak kedip. Kalau di indonesia di liatin balik uda takut nah disini enggak, malah lanjut ngeliatin. Dress yang aku beli di Jaipur. Kesar Kyari Garden, Pemandangan yang mengelilingi amer fort. Details on details. Selanjutnya setelah dari Amer Fort kita ke Panna Meena Ka Kund, padahal kalau dilihat di Pinterest bagus sekali, pas sampai sana biasa saja, bahkan untuk menuju kebawah sekedar foto kita harus bayar lagi . Seperti Taman sari di Jogyakarta tempat ini merupakan tempat permandian raja - raja. Kulfi , es krim khas india. Enak sekali apalagi dicuaca yang panas seperti ini. Next stop City Palace, harga tiket masuk bisa dicheck disini. Aku cuma ambil yang tiket Composite, dapetnya apa aja bisa dinikmatin foto-fotonya dibawah, info tambahan aja setelah kalian lihat harga tiketnya di link yang aku share kan ada tuh harga 2500 rupee nah itu dapetnya semua lokasi yang aku foto pada papan diatas, bagus sih bagus banget tapi hmmm 2500 rupee. Maybe next time ya, karena yang aku kunjungin ini aja uda ngabisin banyak waktu, karena setiap sudutnya terlalu indah untuk gak di foto. Gerbang masuk City Palace Setiap masuk kawasan wisata seperti fort / palace pastinya kita harus melewati metal detector dan body check. Tapi kali ini saya disambut dengan Unta yang lewat security check. Mungkin Wes Anderson terpinspirasi dari Pink City saat membuat the grand budapest hotel ? Oh ia ada cerita yang kelupaan, bagaimana bentukannya muka seperti aku ditanya tanya, where are you come from ? China ? Korea ? Japan . HEY ! awalnya terdengar aneh, tapi lama lama terbiasa dan cuma bisa nyengir-nyengir sendiri, mungkin orang di India yang bertanya tanya itu kurang referensi muka orang asia lainnya. Nah kalau dipikir-pikir lebih dalam lagi bahkan mukamu mirip sama muka orang INDIA, jadi tambah binggung masih dikira from china, japan, korea. Sebenernya dindingnya ini berwarna pink, seperti nama lain kota Jaipur yaitu Pink City . Entah kenapa di foto pake Hp jadinya orens. Nyesel bawa satu baju, banyak banget spot buat foto. Baru sampai di gerbang kedua, fotonya sudah ratusan, dan harus dipilih yang terbagus untuk di blog ini. Jalan jalan kali ini jatuh di bulan October yaitu bukan waktu biasanya saya liburan. Pertama kalinya juga dalam hidup ini traveling keluar negeri beli nomer lokal supaya tetep bisa kontak 24 jam dan memantau drama  kerjaan. Phitam Niwas Chowk, 4 Pintu cantik di city palace, ga sekedar cantik saja keempat pintu ini melambangkan 4 musim dan 4 dewa hindu. Pintu yang pertama, Lotus Gate melambangkan musim panas dan dewa shiva. Laheriya Gate, melambangkan musim semi dan lord ganesha. Rose Gate, melambangkan musim dingin dan Goddess Devi. Yang paling susah difoto karena merupakan pintu akses keluar dan masuk pekarangan. Detailnya luar biasa sekali ada kesan 3D nya entah siapa pembuatnya tapi bisa dibayangkan ditahun berapa semua ini dibuat dan sebagus ini. Peacock Gate, melambangkan musim gugur dan dewa vishnu. Kalau yang ini hanya gate biasa menuju museum textile di City Palace. Warna warni di India Diwan i Khas, hall yang mendisplay senjata dan silver yang dikelilingi banyak chandelier. The Famous Hawa Mahal, sungguh luar biasa jaipur / pink city ini seperti berada di negri dogeng untuk foto / melihat hawa mahal yang letaknya berada di jalan yang ramai dan sempit kalian bisa datang ke rooftop cafe pas di sebrang jalan. di dalam hawa mahal. Surga belanja , baju, kain, anting, tas warna warni. Albert Hall Museum, dengan pembelian tiket di Amer Fort itu sudah include tiket ke albert hall jangan sampai kebuang tiketnya, Albert hall museum bangunan yang sangat megah bergaya eropa dipenuhi ratusan burung yang ternyata sangat bagus dijadikan objek / latar foto. Mendalami infomasi mengenai sejarah India dengan display yang cukup terawat tapi tidak WOW sekali. Lebih menarik dari luar dengan burung merpatinya. Mungkin kalau tempat ini ada di Bali ya hanya sebatas tempat lucu tapi karena ini ada di tengah hiruk pikuk kota Jaipur, klakson dan segala kebisingan di jalan, makanan dengan bau rempah yang sangat menyengat munculah satu cafe disebuah gang ini Cafe Palladio, yang saya temukan dari pinterest. Karena sudah makan siang, kita berkunjung kesini hanya untuk dessert dan minum teh. Tapi apa boleh buat sepertinya sedang tidak stock kue sehingga tidak banyak pilihan yang tersedia, tapi diluar itu cafe ini sangat bagus interiornya dan konsepnya, pegawai ramah dan harga juga masih masuk akal (dan masih murah). Ada satu kejadian dimana kita sewa tuk tuk seharian dengan tour yang ditawarkan hotel, terus kita diajak oleh supir tuk - tuk untuk bertemu "Guru" , kamu bisa tanya apa saja yang kamu mau tanpa uang. Yauda pergilah kita kesana dan ternyata "Guru" nya itu penjual batu , berawal dari pertanyaan apa yang mau kamu tanya, dan dia akan jawab dengan pernyataan - pernyataan yang mencengangkan, ada yang bener, ada yang enggak dan ada yang KOK DIA BISA TAU SIH ? Nah singkat cerita semua orang itu punya masalah, dan dia menawarkan penyelesaian masalah itu dengan BATU yang dia jual. Kurang gressss rasanya kalau diceritain melalui tulisan ini, harap info dong ke aku kalau kalian ke Jaipur atau pernah ke Jaipur dan dibawa ke tempat yang sama. Sang guru sih ngakunya terkenal, dan saat kita berbincang di hostel ternyata ga kita saja yang dibawa kesana, tapi para penghuni hostel yang juga menggunakan full day tour tuk tuk. Mereka juga percaya ga percaya, jadi coba ya kalau ada yang pernah juga merasakan pengalaman ini atau suatu saat nanti ke Jaipur (nginep di hostel berbeda) dan dibawa kesana juga, DM INSTAGRAM PLEASE, haha, sampai jumpa di kota berikutnya.
New Delhi & Taj Mahal
India
Perjalanan Denpasar - Surabaya - Kuala Lumpur - New Delhi, kenapa harus ke surabaya ? cerita pendeknya adalah jaga-jaga kalau gunung agung meletus. Untuk masuk India kita pemegang passport Indonesia harus apply online visa via web ini. Biayanya 50 USD, ga susah hanya perlu teliti waktu SCAN foto dan PASSPORT size nya harus tepat dan pastikan tidak pecah file pdf nya . Untuk hal yang ga bisa terlupakan adalah saat booking tiket kereta lewat website yang paling menyebalkan IRCTC akhirnya menemukan website cleartrip yang lebih manusiawi tapi tetep aja kita harus punya account di IRCTC, haduh. Saya ga sabaran jadi minjem ID temen yang sudah pernah ke India sebelumnya. Sampai di New Delhi dan lolos di imigrasi India, kami langsung menuju counter penjualan Nomer Lokal (vodafone) yang kita pilih, harganya 400 rupee sekitar 80 ribu rupiah sudah berisikan 1 gb paket internet, kalau untuk telfon juga bisa tapi ga ngerti waktu itu pulsanya gimana. Dari pihak hostel (stops hostel delhi) sudah mewanti-wanti cara menuju hostel dengan menggunakan taxi yang mereke rekomendasikan. Oke aman tidak kena scam ! Karena sudah punya nomer lokal kita juga dimudahkan dengan applikasi Uber dan Ola. Kalau Ola itu yang seru bisa pesen bajaj dan pastinya lebih murah dari mobil. Jadi ga ada kesempatan ketipu sama tukang tuk-tuk / taxi. Karena kita tinggal di Delhi dalam waktu yang singkat ga terlalu banyak tempat yang di kunjungi , salah satunya Red Fort Delhi, Tiket masuk 500 rupee atau 100.000 ribu rupiah. Rupanya Dimana - mana ramai, warga lokal atau turis ramai mengunjungi Red Fort. sehingga untuk mendapatkan foto seperti ini harus sabar dan sedikit ngusir-ngusir orang, hehe. Usai dari Red Fort kita melanjutkan perjalanan ke Chandni Chowk market, disaat itu kita merasakan sensasi super bising nya klakson dan sapi / keledai / kambing berkeliaran di jalanan. First impression tentang food street juga uhhh BYE, ga suka . Lemon water yang after tastenya kayak bau air comberan, dan jajan gorengan yang currynya rasa ketek apek. SO LONG INDIAN FOOD saya memang bukan penggemar makanan India, dan sudah tau bahwa akan stress soal makanan selama di India karena terlalu banyak bumbu dan bawang. DRAMA DIMULAI !!!! setelah dari Delhi next tujuan kita adalah Agra untuk melihat Taj mahal. Naik kereta yang harusnya perjalanan di tempuh 3 jam, tiba - tiba kereta CANCEL dari New Delhi yang mengharuskan kita untuk kejar kereta di stasiun selanjutnya yang jaraknya 45 menit dari delhi. SIAL ! ini pertama kali kita mau naik kereta di India uda kena masalah gini . Jangan pasrah dan otak harus terus jalan kalau keadaan gini untungnya ketemu sama security yang pinter yang nyuruh kita kejar kereta di next train station dan kita pun sampai di Agra . Melihat Taj Mahal, Indahnya, Ramainya ..... Hostel di India terbilang cukup murah, coba iseng di check deh ... Dari hostel kita siap pagi - pagi buta untuk sampai di Taj Mahal jam 6 pagi. Tiket taj mahal jangan sampai hilang karena bisa digunakan menjadi discount tiket di red fort / agra fort dan beberapa tempat lainnya. Lautan manusia dan menyadari lelaki india itu suka sekali selfie diantara pilihan foto dengan background taj mahal yang super megah, mereka memilih untuk selfie. HUFT Saree ini niat dibikin dan dibawa khusus untuk sesi Taj Mahal Saknia uda salah kostum, dia pakai saree di Delhi karena dikira Taj Mahal itu disana. Kalau ceritain saknia dan kelakuannya bisa jadi buku hehe Tapi tanpa saknia ga ada foto yang keren - keren ini , cameranya bagus saya uda pensiun dari foto foto pake camera, cuma bawa HP dan power bank kali ini . Dari sisi mesjid sebelah kiri Taj Mahal. Luar biasa cantiknya setiap sudut di Taj Mahal ini, kalau kalian suka arsitektur pasti bisa seharian cuma ngeliatin setiap sudut nya. Luar Biasa pengen kembali lagi. Bulan oktober saya kira India sudah tidak panas lagi tapi ternyata bohong, panasnya bikin pengen terus minum air jadi menyebabkan pengen pipis terus dan pengen mandi terus. Agra Fort, kehilangan tiket taj mahal jadinya ga discount deh tiket masuknya .