Shangri La China

Untitled-1.jpg

Dali – Shangri la perjalanan menggunakan sleeper bus yang berangkat dari Dali sore hari.

memang cerita selama di Dali belum sempat di upload ke blog, karena memang ga banyak yang

kita lakuin di dali selain ke erha lake dan old town dali yang keadannya lebih hipster dari old town

Lijiang. Beli tiket busnya juga agak ribet karena kita harus langsung menuju bus station beberapa

hari sebelumnya, bus station yang letaknya tidak seperti bus station biasanya, memastikan bahwa

tanggal dan hari yang kita pilih benar, karen komunikasinya memang agak sulit. Keadaan sleeper bus

nya bisa dilihat seperti foto diatas, lengkap dengan bantal dan bed cover, karena sudah larut malam

kita sama sekali tidak melihat keadaan jalan pada malam itu, ternyata Shangri la itu

berada di ketinggian 3080 meter diatas permukaan laut, jadi lumayan tinggi ya .. bus yang kita

tumpangi berkelok kelok tiada hentinya, ternyata malam itu kita di bawa di ketinggian 3080 meter

dan sampai lah kit di Shangri La tengah malam, langsung di jemput oleh pihak hostel kita menginap.

IMG_0801.JPG

Dari tempat kita menginap untuk menuju old town yang sedang dalam tahap pembangunan

kembali karena sempat terbakar beberapa tahun silam perlu naik bus.

IMG_0811.JPG

Jalanan di old town masih bebatuan

IMG_0820.JPG

Cuaca di Shangri la / Deqen saat itu 3 derjat celcius, letak Shangri la berada di ujung utara

provinsi Yunnan, banyak yang menyebutkan bahwa Shangri la merupakan tempat awal

dimana kita bisa menghirup udara tibet.

IMG_0878.JPGIMG_0902.JPG

Big Wheel prayer di Guishan Park , spin for luck

IMG_0893.JPG

excited karena melihat langsung bagaimana sih tibetan flag prayer itu, ternyata setiap warna

itu punya artinya sendiri. Kenapa di gantung doa doa nya ? karena dipercaya doa dan ucapan

syukur yang dituliskan dalam bendera doa tergantung danĀ  terkena angin yang artinya doanya

juga akan ikut menyebar dan menyatu dengan udara / angin itu .

IMG_0973.JPG

Hari-hari biasanya kita selalu habiskan di Old Town, karena uda mulai agak capek jadinya

kebanyakan itu duduk dan ngobrol di cafe, selain kedinginan juga. Selama di Shangri La /

Zhongdian / Deqen tempat yang paling berkesan adalah Sumtseling Monastery. Gede banget

bisa dilihat dari Maps nya .

IMG_0974.jpg

Harga tiket masuk CNY 115 ( maret 2015) , gampang sekali untuk menuju kesini karena ada Bus

yang langsung kesini, nah jadi ceritanya itu kan public bus jadi menyatu dengan masyarakat sekitar

dan para monk, kita bertiga naik bus itu tiba-tiba disuruh turun sama penjaga, awalnya kita bingung

kenapa disuruh turun ? kan mau ke monastery, yauda pasrah aja turun tanpa ngerti musti ngapain

selanjutnya, kita cuma liat ada bangunan kayu besar, kita masuk dan ternyata disana harus beli

tiket dulu, haha. Kirain beli tiket masuknya itu di depan monastry nya ternyata bukan, ditengah

jalan ada penjaga (seperti polisi) check bus dan turunin muka-muka turis kayak kita. Tapi setelah

kita beli tiket sudah ada bus yang tadi lagi nungguin di pintu keluar. Baru ngeh ternyata seperti itu.

IMG_0307.JPG

Siap-siap naik tangga ya

IMG_1045.JPG

Baru naik beberapa tangga nengok ke belakang pemandangannya seperti ini

DSCF1400.jpg

Biksu biksu muda dengan handphone dan sepatu nike nya ,

ada yang sudah pernah baca The Last Horizon karya James Hamilton, disana

katanya dituliskan tentang Shangri La ini, aku sendiri belum baca sih jadi otomatis ga tau

isi bukunya , tapi buku itu cukup terkenal saat kalian datang ke china karena hampir semua orang

akan bahas / baca buku itu kalau di perhatikan saat mengunjungi china , terutama shangri la.

Kalau mau google keyword nya Shangri La china ya, karena kalau Shangri La aja yang keluar cuma hotel.

DSCF1406.jpg

DSCF1408.jpg

Karena kita bertiga bawa masing masing camera dan pada akhir perjalanan kita saling share semua

foto, jadi foto yang diambil ini mix ya ada yang diambil fitri, wungsu atau aku. Jenis cameranya

juga beda-beda semua, tapi pada dasarnya hari itu sangat cerah jadi hasil fotonya sangat bagus.

IMG_0343.JPG

Turis diperbolehkan untuk masuk ke dalam tapi tidak di perbolehkan untuk mengambil foto

karena menggangu para biksu yang sedang berdoa / meditasi.

DSCF1445.JPGDSCF1439.jpg

Kalau dihitung hitung lagi berapa banyak kuil di Monastery ini ? dan di dalamnya juga sangat

banyak sekali biksu dengan pakaian khas mereka yang berwarna merah maroon.

DSCF1471.JPG

Shangri La

IMG_0358.JPG

Kalau punya budget lebih kalian bisa naik ke gunung : Shika Snow Mountain / Meili Snow Mountain.

IMG_0346.JPGDSCF1481.JPG

Saat selesai berjalan – jalan di sekitaran Songzanlin Monastery kita kebagian danau yang berada

pas di depan pintu masuk Monstery. Jangan bingung ya Songzalin dan Sungtseling Monastery

itu sama, bukan 2 tempat yang berbeda

IMG_0326.JPGIMG_0321.JPG

Tibetan flyer flag bnyk sekali disepanjang danau ini dan banyak babi juga

DSCF1322.JPGIMG_0377.JPG

web yang mungkin bisa membantu saat kalian mau berkunjung ke china