Bali
Bali
Kali ini buat postingan blog mengenai rekomendasi hotel di Bali, siapa tau bisa jadi ide buat kalian yang mau berlibur atau weekend staycation. Ga banyak,  tapi adalah beberapa temen yang suka chat aku atau ngobrol nanya-nanya tentang dimana sih di Bali yang bagus kalau nginep yang gini yang gitu , Kadang aku juga suka kelewat lupa, hmm kemana ya jadilah muncul ide menulis ini buat ngingetin juga pernah kesini dan semoga bisa berguna buat orang yang iseng mampir ke blog ini. Harap dimengerti bahwa ini sama sekali bukan endorse, hanya review pribadi dari pengalaman aku, kita mulai dari Selatan bali hingga ke Utara ya  ..... 1. The Inn Impossible Lokasinya di Pantai Bingin, salah satu pantai favorite aku di Bali saat ini ( hingga bulan september 2018 ) Ada beberapa pilihan kamar, untuk mendapatkan view yang seperti ini pas booking di check lagi supaya memilih ocean view. Kalau yang belum pernah ke Pantai Bingin, aku kasi gambaran bahwa pantai ini letaknya dikawasan tebing-tebing yang mengharuskan kalian untuk menuruni / menaiki tangga-tangga kecil dan kemudia lanjut melewati pasir untuk bisa sampai disini. Jadi kalian bisa mengkondisikan bawaan yang kalian bawa kalau dikira-kira kopernya segede kulkas atau males turun naik tangga,jangan pilih hotel ini. Pihak hotel pastinya akan membantu kalian sih untuk urusan barang dan lain sebagainya, Tapi itu gambaran besar mengenai lokasi hotel ini. Hotel sendiri memiliki restaurant jadi ga usah takut kelaparan malem-malem . Disekitaran pantai bingin juga ada beberapa cafe . Favorite aku ? Kelly's Warung. Rumput tetangga selalu lebih hijau. Kalian pasti bakalan mupeng kalau ngeliat villa villa tetangga sebelah, selama di Bingin. Letak Hotel Inn Impossible lumayan ujung, jadi tidak terlalu ramai pantai di depan hotelnya . 2. Pertiwi Bisma 2 Berlokasi di Jalan Bisma Ubud, yang paling aku suka dari hotel ini adalah kolam renangnya. Mereka punya 2 kolam renang, tapi waktu itu saya hanya berenang di kolam renang ini saja. Karena lokasi di jalan bisma jadi bisa jalan kaki ( 10 menit ) ke arah monkey forest atau sekitar 10 menit  juga ke arah Puri Ubud. Coba deh dikepoin hotelnya, kaget ga dengan harganya terus dapet kolam renang seperti ini ? atau biasa aja aku dan yang lebay ? haha. Kalau ke Ubud terutama kalau menginap di jalan bisma, aku suka banget makan di Umah Pizza. Murah, Enak dan selama nginep di daerah jalan bisma, umah pizza selalu ramai. 3. D'tunjung Resort Berlokasi di Candidasa, dengan view kolam renang menghadap laut dan akses langsung berenang ke laut. Tinggal pilih mau berenang di kolam renang atau di laut. Bisa jalan kaki juga ke Lotus Lagoon via pantai, dekat sekali dengan penginapan ini. Karena lokasinya dekat juga dengan bukit bug-bug, kita mampir . Tapi aku tidak terlalu suka kayak yaa gitu aja ternyata bukit nya. Skip Virgin Beach karena sudah pernah dan bukan favorite juga. hehe 4. Suatu Penginapan Di Bedugul Khusus yang nomer 4 ini cuma mau pamer aja,  karena untuk info nama tempatnya dirahasiakan atas permintaan yang mengajak saya kesini ya, harap dimaklumi dan dimengerti. View di depan penginapan. Karena Bedugul dingin jadi ada tempat perapiannya. Impian sekali penginapan ini. Dari penginapan perjalanan selama 15 menit sudah sampai di Danau Tamblingan untuk sunrise. 5. Camessa Hotel Berlokasi di Amed, Waktu itu memilih hotel ini karena alesan punya akes langsung ke laut, di depannya langsung spot snorkeling , ada kolam renang, murah , bersih dan bisa lihat gunung agung. Waktu aku kesana masih kadang erupsi jadi beruntung sekali aku bisa lihat langsung. View dari rooftop hotel. Waktu erupsi di pagi hari, turis turis masih santai berenang snorkeling dan berlibur. Jarak dari kaki gunung agung ke Amed kurang lebih 40km. Berselang beberapa jam, abu vulkanik menghilang, yang di foto ini merupakan awan. Gunung Agung di sore hari. Sunset swim.
Bangkok
Thailand
Kalau pertama kali ke Bangkok pasti tujuan utama lokasi yang dikunjungi adalah Grand Palace dan tempat-tempat historical lainnya, karena ini sudah kunjungan kesekian kalinya jadi kunjungan kali ini selain untuk makan makanan enak dan temu kangen dengan mango sticky rice dan thai tea pinggir jalan beserta cafe dan restaurant lucu lainnya. Tiket boleh promo tapi apalah bangkok tanpa belanja, makan enak dan cafe hopping. First thing first, kunjungan ke tempat yang jual make-up ga penting tapi lucu menurut aku ( karena aku sendiri ga pake make-up) jadi cuma beli yang lucu - lucu atau sekedar liat liat, Mulai dari Boost, EveandBoy, Watsons. Terminal 21, Menunggu check in airbnb jam 2 kita mampir di mall Terminal 21. Food courtnya menyediakan makanan-makanan enak dan murah, bisa titip koper (FREE OF CHARGE) maximal 3 jam selebihnya bayar. Nama tempat penitipannya : Luggage delivery & storage by Airportels, ada di beberapa mall lainnya. Asiatique The Riverfront ga rekomendasi kalau kalian pergi sendirian, uda jauh ga ada yang special. Ini cocoknya kalau pergi sama keluarga, liat pemandangan kota Bangkok  yang berbeda, karena aku perginya sama orang tua jadi seneng mereka kesini akunya sih ga suka, uda jauh banget dari kota ya gitu gitu aja isinya. Gourmet Market di Siam Paragon, Produk produk yang dijual di supermaret di Bangkok itu sangat menyenangkan untuk dilihat dan dikomentari, Bisa habis waktu sekitar 2 jam untuk keliling keliling dan amaze sama produk yang dijual, super lengkap packagingnya bagus dan lucu, variant nya lebih banyak dan beragam, Contoh shampoo Merk sebut saja Pantene, kan biasa kita lihat di Indonesia, nah ini dijual dengan kemasan berbeda, variant yang lebih banyak dan bentuk packaging yang jauh lebih unik. Selain Mango Sticky Rice menu wajib yang dimakan/minum setiap harinya adalah Thai Ice Tea, aku lebih suka beli di pinggir jalan ketimbang di Food Court / Restaurant. Matchbox Siam Toko baju yang lucu dan harga juga oke, diatasnya ada cafe yang serba pink namanya Pink Plater Cafe. The Commons daerah Thonglor, cafe lain yang bisa jadi rekomendasi untuk kalian di daerah Thonglor adalah Warm Wood Cafe. Unicorn Cafe, lucu banget sampe akhirnya sedikit sakit mata karena keramean, tapi mau minum atau makan merasa bersalah sama badan yang sudah tidak muda ini (warnanya seperti mengandung gula yang sangat banyak). Mampir ke salon dan meja kasirnya lucu sekali Explore daerah Siam untuk  belanja dan nemu toko ini . Di Daerah siam juga kalap beli casing hp, sampai jadi jasa penitipan waktu upload casing lucu lucu ini di instastory. Assumption Cathedral Bangkok Floating Cafe untuk liat sunset yang harganya murah meriah, lokasinya di dekat hotel Shangri La. Toko Baju yang namanya ga kayak toko baju, Lokasi di deket mall Siam Paragon depan zoo cafe. Belanjaan terbaik selama di Bangkok, nemu di MBK. Izinkan saya mengambil foto di Pinterest karena waktu kesana HP ketinggalan, Cafe ini Namanya Shugaa, Yang pengen cari dessert cafe ini bisa jadi salah satu rekomendasi. Bank Art and Culture Center dari National Stadium Station BTS. Siapa tau dari kalian ada yang mau buka jastip / Open PO baju bangkok barangkali info ini sedikit membantu bahwa ada studio lucu lucu seperti ini yang bisa di sewa setengah hari untuk foto-foto. Jadi kalian sendiri modelnya di fotoin temen atau sebaliknya .  
Komodo National Park
Flores
Kembali lagi untuk ke 3 kalinya ke Labuan Bajo flores, untuk Live on Board Komodo. Persiapan yang paling ngerepotin dari LOB ini adalah memilih kapal dan mencari beberapa temen yang mau join. Banyak banget pilihan kapal berbagai macam harga dan fasilitas yang berbeda-beda. Karena kita sudah booking sailing trip 3 Hari 2 Malam, hasil pencarian temen aku, jadi sudah dijemput di Bandara. Berikut harga transportasi dari bandara menuju hotel / kota lainnya. Karena perjalanan di kapal baru dimulai hari Jumat pagi (kita pilih weekend), Jadi kita sampai di Labuan Bajo kamis sore dan bermalam di Labuan Bajo. Baru dateng, masih putih banget. 3 hari 2 malam di kapal All Star, arrange trip nya sama Eastnesia Trip. Ada 3 kamar dengan kapasitas 10 orang, dan kita hanya bertujuh, 3 hari 2 malam Rp 2.500.000 kamar nya ber AC, kamar mandinya ada 2, Makanannya enak enak dan ada beberapa spot bonus di luar itinerary yang dijanjikan. Belum lagi waktu itu guidenya (Mas Denny) dilengkapi kamera yang mumpuni dan go pro juga jadi ga repot-repot, setiap trekking pun dia selalu bawain air mineral. Banyak sekali spot baru disini dibandingkan 4 tahun lalu. Ini kita di Pulau Kelor, destinasi pertama. Medan trekkingnya lumayan extreme, harus berhati hati sekali. Karena weekend, ini hitungannya ramai sekali. Semua foto - foto di blog ini kumpulan dari camera kita semua jadi bukan aku semua yang foto. Mas Denny siap dengan Laptopnya jadi di hari terkahir kita bisa puas transfer transfer data dari kamera masing-masing. Dermaga Manjarite disaat kita nyobain makan bulu babi untuk pertama kalinya. Pulau Rinca, karena uda 3x kesini dan lagi lagi dan lagi ketemu komodonya di bawah dapur yang ngumpul itu fotonya bisa dilihat dipostingan blog lama aja ya keadaan pulau rincanya. Sunset di Pulau Kalong, melihat ribuan kelelawar menutup hari pertama di Taman Nasional dengan sempurna. Sunrise Trekking, Pulau Padar. Mulai trekking jam 5 pagi. Enak banget sudah ada tangganya, tapi tetep aja capek. Sadar akan kadar keringat yang berlebih saya pun ganti baju, karena banyak drone lalu lalang, ini tipsnya. Bawa sarung dan selesai deh, sudah berganti baju dan ga keringetan lagi. Pulau tercantik yang pernah aku kunjungi di Taman Nasional Komodo. Pilihan yang tepat kesini buat sunrise, karena waktu kita turun dari pulau padar jam 7:30 sudah tambah ramai. Sering menjadi perdebatan bulan apa yang bagus untuk berkunjung ? Apakah saat savana berwarna hijau atau kuning ? Bulan Agustus beberapa tahun lalu saya berkunjung warna nya kuning, dan kali ini Bulan April warna nya hijau. Kalau ditanya mana lebih suka ? Suka saat berwarna hijau. Anting mba nya yang super drama, lumba lumba bisa loncat . Check her blog : https://veiledofjoy.wordpress.com. Tangga di pulau padar. Pink Beach Namo, lebih pink dari pink beach pulau komodo. 4 hari 3 malam di sini aku cuma bawa 1 tas ransel kecil, yang masuk bagasi malahan floaties ini dan ekor duyung. Hari itu kita merupakan kapal pertama yang sampai di Namo, sepi sekali seperti pulau pribadi, sampai akhirnya dateng beberapa kapal lainnya. Underwater Pulau Namo ini oke sekali tapi banyak ubur ubur. Setelah puas di pink beach namo kita berpindah ke pink beach yang pertama yang terletak di pulau komodo. Setiap bukit yang kita datengin pasti selalu aja kita treking, karena ga bosen bosen sama pemandangannya semuanya beda beda, jadi dalam sehari kita bisa 2-3x hiking, terus berenang terus makan. Di bawah itu pink beach yang di pulau komodo. Selesai dari pink beach dan makan siang, saya ketiduran dirooftop kapal, tiba tiba dibangunin dan tujuan berikutnya ini adalah Taka Makassar, layer warna lautnya dan pasirnya. TOLONGGGGGGG pemandangan macam apa ini Setelah dari Taka Makassar dilanjutkan ke Manta Point mencoba peruntungan, ternyata ketemu 5 manta. Hanya ada video ga ada foto mantanya, bisa kalian liat di instagram, kalau yang ini sih aku ya bukan manta nya . 3 hari 2 malam di laut tanpa signal, makan enak, puas tidur, dan lihat pemandangan seperti ini setiap harinya. Sunset Hiking, Gili Lawa Darat Ga disangka ternyata 3x kesini masih belum bosen juga, semoga ada kesempatan untuk kembali lagi karena taman nasional komodo / labuan bajo / flores memang salah satu destinasi favorite saya.
Singapore
Singapore
Biarpun ke Singapore bisa dibilang sering, tapi setiap kesempatan selalu tinggal di daerah berbeda. Bukan kali pertama tinggal di daerah Little India, tapi memang traveling itu selalu ada aja yang bikin berbeda. Kali ini berkesempatan tinggal di Village Hotel Albert Court . Lokasinya dekat sekali dengan Little India dan Bugis, masih dalam grup Far East Hospitality  kalau masih ingat dengan postingan blog di Singapore sebelumnya atau bisa klik disini. Konsepnya pasti berbeda, Village Hotel Albert Court ini lebih laid back dan heritage, dari bangunanya bisa dilihat, tamu yang menginap juga rata-rata adalah keluarga atau middle age. Mini Garden di sekitar kamar. Albert Cafe , tempat breakfast. Kamar yang aku tempati, merupakan club room , jadi bukan di main building yang ada di lobby. Kamarnya lebih luas dibandingkan dengan deluxe room atau superior room. Fasilitas handy phone tetep ada, seperti di hotel Quincy. Karena kita stay di Club Room maka dimanjakan juga dengan fasilitas complimentary evening coctails at lobby. Karena bangunan lama (heritage juga) sehingga tidak bisa dilakukan banyak perombakan, jadi di hotel ini tidak ada kolam renang tapi ada jacuzzi pool. Hot & Cold Jacuzzi. Sskip sarapan di hotel untuk sarapan di Ya Kun Kaya Toast, Ya Kun Kaya Jar ini harus banget dibeli, enak. Berapa kali lewat Tekka Centre tapi belum pernah berkunung sekalipun, kali ini kita akan makan siang plus food tour di tekka market. Nasi Biryani, Masala Dosa, Appam, Prata, ebuseeeeettttt ini porsi sharing tapi banyak juga ya. Karena bukan penggemar makanan berkari dan memang ga suka makanan India aku cuma comot-comot berujung kenyang, ga cuma makan doang ini kita dijelasin juga sambil makan mungkin itu  ya yang bikin comot comot dikit (padahal katanya ga suka makanan berkari) tapi kenyang . Kita di guide oleh  food explorer dari Wok  'n' Stroll.  Karena kita duduk pas di depan Temasek Indian Rojak otomatis ini ada dalam menu makan siang kita. Favorite diantara yang lainnya, Rujak nya bukan buah buahan kayak kita biasa makan, tapi gorengan sambelnya pedes gitu kayak sambel batagor / siomay. Cobain deh kalau ke Little India mampir ke Tekka Market untuk makan ini. Setelah makan siang kita berkeliling ke area pasar yang menjual bahan bahan makanan dan bumbu bumbu kalau antara Singapore sama Indonesia ya ga kaget-kaget banget lah sama isi pasarnya, sama sama saja cuma disana lebih bersih. Hanya saja ada 1 toko di Tekka Market yang menjual sayur mayur dan bahan makanan dengan memasang lagu jazz / salsa. Impulsive Girls : Satya, Yuki, Mariza. Mural dan Bangunan warna -warni di kawasan Tekka Market , untuk stop MRT nya Rochor . Semua tempat ini hanya tinggal jalan kaki dari Village Hotel Albert Court. Dinnernya di Nox, yang ini bener-bener pengalaman yang seru dan berkesan sekali. Kita makan 100 % gelap belum tau apa yang dimakan / diminum, yang melayani kita adalah orang buta jadi kita sama sama merasakan seperti dia , makanannya di piring kecil - kecil setiap sesi selalu ada 4 piring yang kita makan searah jarum jam, kenapa searah jarum jam ? supaya saat selesai kita makan kita yahhh lumayan inget lah sama apa yang kita makan, selesai makan kita ditunjukin tuh apa saja yang kita makan. Yang aku suka dari konsep dine in the dark ini adalah : ga ada yang main HP ! semua ngobrol, ketawa - ketawa sibuk nebak - nebak apa yang kita makan. Oh ya semua makanan sampai minumannya enak semua. Kita bisa milih menu nya misalnya kita vegetarian / minta yang halal. pokoknya ini juga harus dicobain deh. Selesai makan kita mengisi tebakan makanan yang kita makan disebuah kertas , mulai dari makanan pembuka, utama dan penutup. Waduh segitu sok taunya kita tanpa mata ternyata, karena saya sendiri banyak yang salah tebakannya. Oh ya minuman yang diatas rasanya itu rasa popcorn. Amazing !!!!!!! Heritage Walk bersama Uncle Alferd masih di kawasan Little India. Langsung girang lagi asik asiknya dijelasin suatu cerita sama uncle, ngeliat kumpulan burung ini kita malah sibuk foto- foto sama burung-burung ini . Bersama Yuki, yang dengan baik hatinya foto - fotoin aku, ternyata kita sama sama suka pakai dress juga dan di hari pertama di singapore kita uda shopping bareng, last minute sebelum mallnya tutup. Sri Veeramakaliamman Temple, salah satu temple tertua di kawasan Little India. Tidak ada biaya masuk alias Gratis, dan disediakan kain apabila pakaian yang kita gunakan  terlalu terbuka. Masjid Abdul Gafoor, masih berlokasi di Little India. Cantik warna kuning, hijau dan arsitektur dari bangunan masjid ini, berbeda dari masjid - masjid yang aku lihat sebelumnya. Terdapat banyak tempat makan disekitra Masjid Abdul Gafoor ini. Eat Like a local, ini bener-bener enak restaurant nya lokasinya jalan kaki 2 menit dari Village Hotel Albert Court. Pas disamping gedung LaSalle , yang kita pesen kwetiaw, ayam goreng mentega, udang telur asin, semuanya enak. Puas poll pokoknya selama menginap di Village Hotel Albert Court perut ga pernah kosong, banyak tempat makan enak yang deket bisa dijangkau hanya dengan jalan kaki saja. Complimentary 2 hours Airport Lounge Access yang aku dapat karena tinggal di Far East Hospitality dengan pilihan paket menginap tertentu* aku pergunakan sebaik-baiknya. Kalian bisa check di websitenya langsung saat pemesanan . Sampai jumpa lagi Singapore, dan terima kasih Far East Hospitality untuk impulsive trip yang sangat menyenangkan ini. Pemesanan dan Info lebih lengkap mengenai Village Hotel Albert Court dapat melalui http://www.villagehotelalbertcourt.com.sg