Los Angeles
USA
Dari San Francisco aku melanjutkan perjalanan ke Los Angeles, dengan menggunakan Megabus. Untuk menghemat penginapan aku pilih untuk start perjalanan jam 11 malam supaya sampai di LA sekiatar jam 7 pagi, perjalanan memakan waktu 8 jam dengan harga 28 dollar. Untuk jam keberangkatan lainnya harganya lebih murah. Bisa dapat di harga 17-19 dollar untuk sekali jalannya. Sampai di Union station LA, drama dimulai kita ga tau bahwa Union Square itu sebesar itu, dan susah banget kan bagi orang awam yang belum tau seluk beluk station, kita pesan uber pecayakan aja sama locationnya, ternyata setelah cari carian sama driver uber dan ga nemu nemu dia dimana ngambek drivernya dan cancel. Hyeee mending cancel ga kena fee ini uda ga paham kena fee juga,  makin cinta sama GOCAR / GRAB CAR !! cancel ya kesepakatan bersama, ga ada fee fee segala, dan rata-rata pengertian lah supirnya ga macem disini ngegas semua dikira aku lahir dan besar di LA kali ya tau gitu seluk beluknya. haha Akhirnya kita naik metrolink dari Union Station ke Santa Monica dengan koper koper kita, karena airbnb baru bisa check in jam 2 siang. Kebetulan ada teman di Santa Monica jadi bisa nitip koper dulu. Akhirnya melihat Santa Monica pier yang selama ini sering aku liat di film-film. Kalau punya banyak waktu sepertinya seru sepedaan disini. Atau sewa Electric Scooter keliling Santa Monica. Brunch di Elephante, musti reservasi dulu. Seketika aku merasa seperti di Bali , interior nya sungguh kayak beach club atau restaurant restaurant di kawasan seminyak / canggu. Yang membedakan cuma outfit kita aja karena aku datang pas lagi winter, meskipun di Los Angeles tidak terlalu dingin di siang hari . Setelah memperhatikan sekitar, remaja / perempuan yang seumuran aku ( 27-30an) di Los Angeles ini  sangat stylish Make up On, Rambut blow, Pakaiannya pun sangat kekinian . Awalnya aku kira oh mungkin karena mereka makan ke tempat seperti ini / ada acara, ternyata tidak . Di market / sekitaran Beverly Hills ternyata gitu juga. Aku pesan pizza dan jangan lupa minta chilli oil, ternyata ini combo super enak + aku pesan pancakes yang juga enak. Airbnb yang dipilih di daerah Korea Town Ide menarik mencuci piring, pastinya aku beli langsung di Target buat di rumah. Berikut link airbnb yang aku pilih, harganya $ 37 / malam untuk 2 orang . Public transportasi di LA menurut pandangan dan pengalaman aku sangat sangat kurang. Menurut pengalaman aku pribadi nih ya selama disana, Jadwal bus datang itu 15 menit sekali ( aku waktu itu pertama kali mau naik bus di daerah  Koreatown) jadi musti selalu on track ngepas in datangnya itu bus ke bus stop ( bukan halte ) . Karena selalu ketinggalan bus dan jadi lama, aku memutuskan untuk selalu pakai Uber Pool atau sharing ride uber selama di LA, mahal ? BANGET !!  Sehari tagihan uber doang bisa 500 - 600 ribu. Kenapa ga jalan kaki ? SELAMAT HARI LEBARAN !! jauh kemana - mana .  Naik Uber pun aku selalu ketiduran karena ya jauh dan macet . Bukan trip sama rain (kakak ku) namanya kalau tidak include tour guide cuma buat hiking. HAHA Sebenarnya kita bisa hiking sendiri tapi rain memutuskan pakai airbnb experience untuk hiking ini, ga tau harganya berapa karena dia yang bayar dan ga nanya juga karena takut ditagih bayar ke dia. Cuma ingetnya ngasi tip aja ke guidenya. Lokasi hiking di Griffith park , Gambaran aja nih ya kenapa menurut aku di Los Angeles itu public transportasinya tidak efisien. Dari lokasi aku tinggal di koreatown menurut google maps yang sekarang aku buka kalau pakai public transportasi menuju Griffith Park menghabiskan waktu 55 menit ( bus + metro ) , 1 jam 11 menit ( bus ) . Sedangkan kalau naik uber / nyetir sendiri hanya menghabiskan waktu 11 menit . Karena pake guide, pastinya diceritain sejarah taman ini sampai ke sejarah sign Hollywood. Sangat merekomendasikan kegiatan hiking di Griffith Park ini sih kalau kalian ke Los Angeles. Menjelang sunset Ternyata setelah matahari menghilang baru ini kerasa dingin sekali . Kalau suka film La La Land (aku sih enggak) pastinya inget ada adegan dengan view seperti ini. Bisa dibayangkan gigs / concert di LA kayak apa ya , ini karena lagi off season aja mau natalan jadi ga ada banyak concert.  Biar pernah merasakan, aku pun datang ke salah satu festival kecil di pusat kota. The Famous Staples Center Jalan jalan di sepanjang Melrose Avenue, godaan belanja ... tapi perjalananku masih jauh sekali, bisa kacau kalau shopping disini. Disepanjang Melrose Avenue ini banyak toko baju, restaurant / cafe dan tembok tembok seperti ini salah satunya.      Yang paling ramai dan antre hahaha.... Karena aku ga sempat ke Lacma ( museumnya ya bukan tiang tiangnya itu) atau ke The Broad, penyesalan masih sangat membekas kalau mengingat - ingat lagi . Aku pikir kayak ahhh aku bakalan ke New York dan disana bakalan jauh lebih dingin, jadi bisa ngadem di museum, jadi  alokasi budget  museumnya untuk di New York aja . Ternyata menyesal, oke next time ya Los Angeles, art district .. aku akan kembali lagi .. Breakfastku pagi itu di Beverly Hills 1 Cupcakes harganya $ 4,35 HA ! tapi enak sekali, favoriteku yang Red Velvet. Tidak jauh dari Sprinkles Cupcakes, pemandangannya seperti ini . Asli di depan rumah orang . Kalau mau murah ya makannya di Food Truck. Hollywood Walk of fame dan ironisnya ......... Perhaps tomorrow will be brighter than today, yet I do feel bless today. AMEN ! Ya cuplikan kejomplangan di LA juga ada pastinya. Sampai jumpa di cerita Las Vegas .....
San Francisco
USA
Perjalanan penerbangan terjauh dan terlama dalam hidupku dimulai dari Bali - Jakarta - Singapore - Hongkong - San Francisco. Berapa kali dapet headset tuh hahaha ( semoga ada yang paham jokes ini ) . Naik Singapore Airlines ga tau itu promo atau enggak tapi menurutku masuk akal harganya, karena aku membandingkan dengan maskapai lain. Beli tiketnya bulan September berangkatnya Bulan November, Mulai urus apply visa bulan October. Aku ga bakal bahas lengkap dan detail masalah urusan visa karena takut menyesatkan, urus visa amerika sendiri ga pakai calo, cuma mau cerita aja kalau ternyata ga sesulit yang aku bayangkan. Karena di Bali enggak bisa apply kedutaan amerika , jadi aku harus pilih mau via Jakarta atau Surabaya, Dimulai dengan buat account di website untuk isi semua data dan setelah selesai bayar via CIMB Niaga  dan kemudian diatur tanggal wawancara. Aku pilih di Jakarta. Wawancara di kedutaan aku uda siap dengan segambreng kertas kertas pendukung pengajuan visa kayak rekening koran, tiket pesawat, penginapan dll. Tibalah saatnya giliran aku dipanggil untuk wawancara, karena aku pergi sama kakakku jadi nomer antrean wawancara kita samaan, Pertanyaan standart mau kemana ? ngapain ke Amerika ? "California jawab aku" ( dalam bahasa inggris, wawancaranya kayak di loket gitu), San Francisco mau liburan, mulai dicheck  data kita di komputer untuk dicocokin kayak kerjaan kita dan karena dia minta liatin passport kita yang sudah kadaluarsa jadi dia nanya juga, oh sering ke Eropa, paling suka dimana di eropa ? ya dijawab aja santai lebih kayak ngobrol, dan ga sampai 5 menit uda dikasi kertas putih tentang cara pengambilan visa nya, OK ENJOY YOUR TRIP. Ga ada catatan tertulis tapi semakin passport kamu berwarna warni dengan cap / visa sepertinya tidak sulit untuk mendapatkan visa kunjungan ke amerika. Saat nunggu giliran jangan tanya berapa orang yang dapet kertas merah alias di tolak, intinya kalau uda mulai jawabannya ga masuk akal dan berbelit belit saat jawab pertanyaan yang simple dari pemwawancara hehe siap siap aja. Datanglah hari dimana tanggal keberangkatan tiba, perlu di ketahui bahwa 10 hari sebelum keberangkatan aku masih liburan di Jepang jadi aku beli asuransi travel selama setaun takut ada apa-apa pesawat satu aja delay bisa rugi banyak. Karena aku hanya punya selang 1 malam di Bali sebelum harus berangkat lagi ke Jakarta. Awalnya aku sempet mau berangkat dari Tokyo ke Amerika, tapi ketawa sendiri liat harga tiketnya, jadilah aku pulang ke Bali dan keesokan harinya langsung berangkat lagi ke Jakarta dan lanjut tuh rute yang akhirnya sampai San Francisco. Selama perjalanan pesawat aman aman saja, bahkan ga kerasa itu perjalanan lama sekali, entah kenapa. Apakah karena aku terus tidur karena capek jadi tau tau sampai atau karena excited, entahlah. Yang pasti kedatangan aku ke Amerika ini untuk pertama kalinya dan aku ga punya ekspektasi tinggi mengenai kota yang akan aku datangi lebih ke pasrah aja kakaku mau kemana dan aku ikut. Karena bisa berantem kalau aku banyak punya list mau kemana dan ternyata beda sama kakakku, jadi lebih baik mengalah demi keselamatan nusa dan bangsa . Karena dia uda sering ke Amerika aku  percayakan juga deh sama tempat tempat yang mau didatangin. Sampai di SFO malam hari kita menggunakan Uber untuk menuju airbnb, berhubung di Indonesia uda ga ada Uber dan terakhir ada juga ga sekeren di SF yang di mobil nya ada lampu lambang uber yang bisa nyala, warnanya kita bisa pilih di aplikasi saat memesan jadi  memudahkan kita juga untuk mengenal driver. Pilihan termurah menuju kota dari airport san francisco adalah SamTrans Bus atau Bart. Jauh diluar bayanganku, ternyata banyak sekali homeless di downtown kota San Francisco, kaget benerrrrrrr ... belum lagi kalau tiba tiba di samperin lagi jalan entah ngomong apaan kayak zombie. Makanya aku kurang suka jalan kaki malem malem terutama di downtown karena semakin malem orangnya semakin aneh. Airbnb kita lokasinya di Alamo Square, karena sama sekali tidak jetlag jadi  keesokan harinya pagi - pagi kita memutuskan untuk jogging ke Painted Ladies. Setelah jogging kita cari sarapan dengan mempercayakan aplikasi yelp. Kalau jalan sama rain ( kakak saya ) ga boleh milih tempat makan tuh random yang lewat aja harus dicari berdasarkan review dan menu. Folklores Cofee Traders kedatangan aku ke cafe ini disambut lagu country road, ahhh sedap kopinya enak, breakfast enak, happy sekali, seenak itu Salmon scramble yang aku pesan. Karena sering banget denger cerita orang - orang kalau ngasi tip di Amerika, akhrinya saya ngerasain sendiri haha serem uda ditulis musti ngasi berapa, Tips hematnya adalah makan di food truck atau fast food. Kalau trip agak lama, awal awal trip suka centil jajan jajan ga penting. Destinasi wajib bagi aku adalah ke Pier 39 untuk melihat sea lion, sebenarnya kawasan ini kawasan untuk shopping / makan tapi yang paling menarik adalah kumpulan sea lion yang ribut saut sautan dan berantem saling cebur ceburan. Selama di San Francisco aku beli clipper card, untuk daily pass juga tersedia limited pass dari pilihan 1 hari, 3 hari atau 7 hari. Dari Pier 39 kita jalan kaki ke Fisherman wraft eh tapi bukan makan seafood melainkan cobain IN-N-OUT Burger, pesan yang animal style fries dan animal style burger. Sampai buka web ini  untuk mastiin menu apa yang harus dipesan. Decor natal sudah menghiasi kota dan pusat perbelanjaan. Colorful Castro, LGBTQ neighbourhood = happy neighbourhood Awalnya semangat mau soulcycle setelah sampai eh kok malas ... Koleksi foto rumah rumah di San Francisco Twin Peaks, disaat semua orang kesini naik uber / kendaraan pribadi. Kita pake acara hiking dari belakang rumah warga, menuju kesini nya naik muni dilanjutkan naik bus. Jalanan Zig Zag yang terkenal Lombard Street. View Coit Tower, di Telegram hill view dari sini bagus sekali La Taqueria, tacoooooooosssss time Salah banget nyobain bubble tea di amerika, aduh kemana mana enakan chatime lah. Menunggu beberapa hari belakangan yang selalu mendung dan hujan sampai cerah baru kita memutuskan untuk ke Golden Gate, Karena banyak pilihan spot foto kita pilih yang paling ujung yaitu Battery Spencer, karena tidak ada public transportation jadinya kita naik uber. Tips murah naik uber adalah pilih uber shared. Jalan kaki dari ujung ke ujung gate sampai di tempat yang ada public transportnya. Opsi lain adalah naik sepeda Dingin dingin seperti ini masih ada yang main surfing di bawah Golden Gate Palace of fine arts, bangunan klasik dikelilingi taman. Enak buat santai santai sore disini Free Public rooftop POPO Sehabis dari San Francisco kita melanjutkan perjalanan ke Los Angeles naik Bus, karena busnya malam kakak saya yang kecentilan booking hostel buat nunggu mendekati jam keberangkatan, sekitar jam 11 malam, HAHAHAHAHAHAHAHAHA jadi kita check in aja baru jam 7 malam uda check out lagi jam 11 malam dengan membayar untuk 2 orang karena di dorm, dan kita cuma goleran tidur tiduran di 1 kasur. Kalau dipikir pikir ketawa sih kok jadi lebih mahal daripada naik bus ke LA nya ya ? HAHAHAHAHAHA, yauda sampai jumpa di cerita LA.
Osaka
Japan
Sesampainya di Osaka, karena penginapan kita letaknya jauh dari kota, kita memutuskan untuk keliling kota osaka terlebih dahulu dan menyimpan koper di Osaka Station. Super simple dan aman ( aku bawa laptop dan aku taruh di koper kecil, aman ) Osaka Castle Masih memanfaatkan JR pass jadi aku kesini menggunakan kereta yang JR Line, Aku pakai applikasi Navitime atau juga google maps sendiri, untuk mengetahui bisa atau tidaknya aku memanfaatkan JR line yang aku sudah punya. Orang orang di Jepang masih main Pokemon go lho. Nambayasaka Shrines, letaknya di daerah namba. Dotonburi yang dingin di malam hari, mencoba berbagai makanan. Hirakata T-site, lokasinya cukup jauh dari kota tapi karena penasaran sama toko buku ini , aku sempat sempatin untuk melihat langsung.
Kyoto
Japan
Tempat menginap selama di Kyoto : WeBase. Super nyaman dan bersih, Lounge nya besar karena aku tinggal di kamar dorm  yang kasurnya kecil dan kotak aja jadinya banyak menggunakan lounge . Lokasi okay , bisa jalan kaki ke pusat kota , dan yang terpenting : "dekat dengan family mart". atas rekomendasi receptionist hotel kita makan di Sukemasa ( dekat sekali dengan hostel ). Bukan penggemar gyoza , karena anti daun bawang tapi yang ini enak sekali. Nishiki market, masih di area hostel. Jajan deh di sepanjang market . High season di bulan November, waktu aku ke arashimaya bulan Agustus sepinya minta ampun. Untuk urusan transportasi di Kyoto aku lebih suka naik Bus karena JR pass tidak terlalu digunakan di rute yang aku kunjungi. Karena lumayan lama di Kyoto aku pilih untuk beli IC card jadi ga perlu bingung lagi kalau naik bus / kereta bisa langsung di tap aja, info lebih lengkapnya bisa dilihat disini  Explore daerah arashimaya, terpukau sama warna daun yang berganti dari kuning menjadi merah. Ini kali pertama aku traveling di musim gugur. Mencoba Ichiran ramen untuk pertama kalinya. Sensasi makan di sekatsekat, bisa sepuasnya seruput kuah sampe blepotan kesana kemari. Fushimi Inari Taisha Karya wisata anjing anjingnya ke temple. Arisan geng poodle. Jalan jalan di daerah Gion, sayang sekali tidak menemukan meiko yang lewat. Kyoto modern art museum Yasaka konshin do temple. Temple paling warna warni di Kyoto. Perjalanan menanjak menuju Kiyomizu Dera temple Sepanjang perjalanan menuju Kiyomizu dera dimanjakan dengan tester snack oleh oleh. Kinkakuji / Golden Temple, Harga tiket masuk 400 yen. Datang di bulan dan musim yang tepat sedang cantik cantiknya. Karena aku telat reservasi untuk makan di Kichi Kichi Omurice jadinya aku masih penasaran sama Kyoto, Selain memang aku sangat suka sekali kotanya. Ada yang sudah pernah makan kichi kichi omurice ? apakah lebih enak dari nasi goreng abang abang ? Let me know :)