New Delhi & Taj Mahal
India
Perjalanan Denpasar - Surabaya - Kuala Lumpur - New Delhi, kenapa harus ke surabaya ? cerita pendeknya adalah jaga-jaga kalau gunung agung meletus. Untuk masuk India kita pemegang passport Indonesia harus apply online visa via web ini. Biayanya 50 USD, ga susah hanya perlu teliti waktu SCAN foto dan PASSPORT size nya harus tepat dan pastikan tidak pecah file pdf nya . Untuk hal yang ga bisa terlupakan adalah saat booking tiket kereta lewat website yang paling menyebalkan IRCTC akhirnya menemukan website cleartrip yang lebih manusiawi tapi tetep aja kita harus punya account di IRCTC, haduh. Saya ga sabaran jadi minjem ID temen yang sudah pernah ke India sebelumnya. Sampai di New Delhi dan lolos di imigrasi India, kami langsung menuju counter penjualan Nomer Lokal (vodafone) yang kita pilih, harganya 400 rupee sekitar 80 ribu rupiah sudah berisikan 1 gb paket internet, kalau untuk telfon juga bisa tapi ga ngerti waktu itu pulsanya gimana. Dari pihak hostel (stops hostel delhi) sudah mewanti-wanti cara menuju hostel dengan menggunakan taxi yang mereke rekomendasikan. Oke aman tidak kena scam ! Karena sudah punya nomer lokal kita juga dimudahkan dengan applikasi Uber dan Ola. Kalau Ola itu yang seru bisa pesen bajaj dan pastinya lebih murah dari mobil. Jadi ga ada kesempatan ketipu sama tukang tuk-tuk / taxi. Karena kita tinggal di Delhi dalam waktu yang singkat ga terlalu banyak tempat yang di kunjungi , salah satunya Red Fort Delhi, Tiket masuk 500 rupee atau 100.000 ribu rupiah. Rupanya Dimana - mana ramai, warga lokal atau turis ramai mengunjungi Red Fort. sehingga untuk mendapatkan foto seperti ini harus sabar dan sedikit ngusir-ngusir orang, hehe. Usai dari Red Fort kita melanjutkan perjalanan ke Chandni Chowk market, disaat itu kita merasakan sensasi super bising nya klakson dan sapi / keledai / kambing berkeliaran di jalanan. First impression tentang food street juga uhhh BYE, ga suka . Lemon water yang after tastenya kayak bau air comberan, dan jajan gorengan yang currynya rasa ketek apek. SO LONG INDIAN FOOD saya memang bukan penggemar makanan India, dan sudah tau bahwa akan stress soal makanan selama di India karena terlalu banyak bumbu dan bawang. DRAMA DIMULAI !!!! setelah dari Delhi next tujuan kita adalah Agra untuk melihat Taj mahal. Naik kereta yang harusnya perjalanan di tempuh 3 jam, tiba - tiba kereta CANCEL dari New Delhi yang mengharuskan kita untuk kejar kereta di stasiun selanjutnya yang jaraknya 45 menit dari delhi. SIAL ! ini pertama kali kita mau naik kereta di India uda kena masalah gini . Jangan pasrah dan otak harus terus jalan kalau keadaan gini untungnya ketemu sama security yang pinter yang nyuruh kita kejar kereta di next train station dan kita pun sampai di Agra . Melihat Taj Mahal, Indahnya, Ramainya ..... Hostel di India terbilang cukup murah, coba iseng di check deh ... Dari hostel kita siap pagi - pagi buta untuk sampai di Taj Mahal jam 6 pagi. Tiket taj mahal jangan sampai hilang karena bisa digunakan menjadi discount tiket di red fort / agra fort dan beberapa tempat lainnya. Lautan manusia dan menyadari lelaki india itu suka sekali selfie diantara pilihan foto dengan background taj mahal yang super megah, mereka memilih untuk selfie. HUFT Saree ini niat dibikin dan dibawa khusus untuk sesi Taj Mahal Saknia uda salah kostum, dia pakai saree di Delhi karena dikira Taj Mahal itu disana. Kalau ceritain saknia dan kelakuannya bisa jadi buku hehe Tapi tanpa saknia ga ada foto yang keren - keren ini , cameranya bagus saya uda pensiun dari foto foto pake camera, cuma bawa HP dan power bank kali ini . Dari sisi mesjid sebelah kiri Taj Mahal. Luar biasa cantiknya setiap sudut di Taj Mahal ini, kalau kalian suka arsitektur pasti bisa seharian cuma ngeliatin setiap sudut nya. Luar Biasa pengen kembali lagi. Bulan oktober saya kira India sudah tidak panas lagi tapi ternyata bohong, panasnya bikin pengen terus minum air jadi menyebabkan pengen pipis terus dan pengen mandi terus. Agra Fort, kehilangan tiket taj mahal jadinya ga discount deh tiket masuknya .
Nusa Penida
Bali
Di postingan ini merupakan kunjungan ke Nusa Penida yang ke 2 & 3 , kunjungan pertama bisa dibaca disini. Saking besarnya pulau ini dan banyak sekali tempat yang bisa dikunjungi membuat saya kembali dan kembali lagi . Yang pertama kalian harus lakukan sebelum membaca lebih banyak postingan ini adalah melihat PETA yang CUKUP lengkap ini , kalian bisa kontak 081239901421 atau via instagram nusa_penida_island. Atuh Beach Kondisi jalan masih terbilang OK, ada rumah pohon yang kebanyakan wisatawan foto-foto, tapi saya terlalu malas untuk turun dan hanya melihat dari atas saja. Biaya masuk 5000 / orang. Karena pengalaman saya sudah melihat Kelingking Beach duluan, Atuh Beach jadi biasa saja. Tapi sekali lagi semua sesuai selera ... setelah dari Atuh Beach kita melanjutkan perjalanan ke Suwehan Beach, atau biasanya disebut Volcom Beach hanya parkir dan lihat kondisi jalan menuju pantai dan keburu males, jadi SKIP. Bukit Abangan lebih menarik daripada Bukit Teletubies, entah karena emang biasa saja bukit teletubies atau karena waktu saya kesana itu mendung . Cuaca itu menentukan bagus / enggaknya suatu tempat lho . Rute setelah dari Bukit Abangan itu adalah Peguyangan Waterfall, mata air yang ada diantara tebing yang akses jalan menuju kesana adalah tangga kecil warna biru. Kalian bisa baca ceritanya disini. dari Peguyangan Waterfall bisa dilanjutkan ke Tembeling Waterfall, sama ini juga ada di kunjungan sebelumnya, jadi kalian bisa baca di postingan yang sebelumnya ya. Seganing Waterfall Wah belum kesampaian nih sampai bawah, karena takut ga keburu ngejar kapal balik ke Sanur. Jalan untuk menuju kesini sih lumayan hardcore tapi masih lebih OK akses jalannya ketimbang jalan menuju Angel's Billabong / Batu Bolong / Pasih Uug. Kelingking Beach Favorite ku jatuh kepada Kelingking Beach, Biaya masuk 5000 / orang . Akses jalan tidak rusak, dan viewnya indah sekali. Kita bisa turun ke area pasir yang terlihat di foto. Sungguh ciptaan Tuhan yang sangat indah tempat ini. Sepanjang jalan bebatuan dan tanah menuju pantai kelingking kanan dan kiri nya dibatasi oleh kayu.   Angel's Billabong / Broken Beach Jalan terjelek, terlama, dan uda 4x kesini . CUKUP ! Enggak mau lagi kecuali diajak sama Brad Pitt . Postingan bahagia dikunjungan pertama dan kedua  bisa di check di postingan Nusa Penida sebelumnya. Manta Point Terdapat 2 spot untuk melihat Manta di Nusa Penida : Manta Bay & Manta Point . Kebanyakan paket snorkeling membawa orang orang ke Manta Bay bukan Manta Point, kalau ditanya bedanya apa ? Pengalaman saya setiap ke Manta Point selalu ketemu lebih dari 4 Manta . Tiket Boat Sanur - Nusa Penida : Rp 75.000 ( sekali jalan) biasa kalau dari sanur malah kena Rp 100.000 , kalau memang mentok 100.000 jangan beli tiket PP di sanur , beli tiket pulang saat sampai di Nusa Penida . ( kecuali mau sedekah ) 200.000 vs 175.000 Sewa Motor di Nusa Penida : Rp 70.000 / hari Sewa Mobil & Snorkeling Trop bisa kontak di brosur yang ada di bagian paling atas postingan ini .
Taman Nasional Waykambas
Lampung
Sebenernya cukup mudah kali ini untuk menulis tentang perjalanan ke Taman Nasional Waykambas di Lampung , karena destinasinya yang dikunjungin kebetulan cuma itu . Sebenernya banyak yang bisa di explore di Lampung tapi kali ini saya mau membawa misi yaitu melihat gajah yang banyak tapi bukan di kebun binatang. Bisa dibilang nekat karena saya berangkat sendirian dan sama sekali belum booking penginapan / searching yang lebih mendalam tentang taman nasional ini . Kebetulan bertemu salah seorang perempuan di Instagram namanya Riri. Dia kasi kontak kakaknya yang kebetulan sering bikin trip dan pernah ke way kambas juga , Lelly. Mulai lah kontak nanya cara menuju kesana, awalnya saya mau nekat aja uda sewa mobil biar aman soalnya kalau dibaca-baca lampung ini kan rawan begal. Lelly membawa angin segar rupanya karena dia info kalau ada bus damri menuju ke way kambas, wah tambah yakin saya dan segera beli tiket. Pesawat Lion air Jakarta - Bandar Lampung PP 400.000. H-1 keberangkatan saya ke Lampung, Lelly tiba-tiba chat kasi info lagi yang lebih detail mengenai taman nasional way kambas dan menawarkan diri mau diantar atau sendiri ? tanpa ragu ragu saya jawab ya boleh diantar kalau ga merepotkan. Mendarat di Lampung pagi hari (45 menit jaraknya kalau naik pesawat) saya langsung menuju pool damri rajabasa dengan taxi, Rp 70.000 ( pakai argo ). Dan pas pulang baru tau kalau di Lampung uda ada gocar (hehe) digebukin taxi bandara sih kalau ketauan seperti dimana-mana. Ini dia pintu masuk pusat konservasi gajahnya , sebelum gerbang ini ada gerbang lagi, yaitu gerbang taman nasional way kambas, dimana kita harus bayar 7.000 / orang untuk tiket masuk. Entah kenapa kebanyakan orang yang ke Way Kambas malah ramai dikawasan depan ini dimana gajah hanya 1 - 2 ekor saja dan biasanya disini bisa menaiki gajah, 1 puteran 50.000 trekking 30 menit : 150.000 / orang (jadi kalau kayak foto diatas kehitung 300.000) rutenya yang trekking ini cukup seru karena masuk ke kawasan savana dan lumpur lumpurnya. night trekking : 350.000 / orang, mandiin gajah : 150.000 / orang . Saya coba yang 30 menit trekking, rasanya berbeda sama pengalaman saya menaiki gajah terdahulu, karena tempat duduknya hanya sponge tipis tanpa ada kayu / alat berat lainnya seperti kebanyakan tempat di Bali / Thailand, jadi bener bener kerasa saat gajah melangkah, seremnya saat gajah itu turun ke Arena yang berlumpur dan agak dalam, perasaannya mau jatoh aja. Saking takut jatohnya ga ada waktu untuk foto atau minta difotoin . Penginapan yang berada di tengah tengah penangkaran Gajah, Rp 250.000 / kamar . Saya sendiri menginap di luar gerbang Taman Nasional Waykambas masih di perkampungan warga Rp 200.000 / kamar , namanya Andatu homestay, bisa kontak Pak sabar : 0852 6666 7129. Ada plus dan minusnya menginap di dalam atau diluar taman nasional, tapi yang pasti sih kedua tempat ini sama sama jelek signal internetnya. Kalau menginap di dalam kawasan konservasi gajah bangun pagi sudah bisa lihat pemandangan ini , tapi tidak ada warung, jadi ya makan dari yang kamu pesan dan sepertinya menu terbatas. Kalau di luar kawasan konservasi seperti saya memang jarak tempuh kedalam kawasan konservasi cukup memakan waktu dengan keadaan jalan yang jelek, kira - kira 25 sampai 35 menit . Tapi masih ada warung / tempat jualan pulsa dan bisa request makan malamnya ikan / ayam hehe.   Setiap sorenya ada truk yang keliling buat kasi mereka makan. Banyak yang komentar bahwa, kasian mereka di rantai seperti itu. Saya pribadi pun berpikiran seperti itu, sampai akhirnya melihat sendiri kawasan ini yang super luas dan gajah ini bukan gajah liar melainkan gajah yang sudah jinak dan terlatih, sehingga pawang atau mahotnya akan sangat kerepotan kalau gajah ini kabur / hilang . Bisa dibayangkan bagaimana repotnya harus mengarahkan gajah ini, ini kan bukan binatang kecil yang bisa digendong ya ? hehe .            Tapi gajah ini juga tidak selamanya di rantai, kadang ada yang dilepas bisa cari makan sendiri bisa mandi tapi masih terikat rantai di kakinya atau leher supaya gampang untuk mengarahkan .   Jumlah gajah jinak yang ada di kawasan ini mencapai 67 ekor gajah, diluar itu adalah gajah liar yang katanya jumlahnya ada ratusan di dalam hutan. Kadang mereka secara bergerombol datang ke area perkebunan warga sehingga di beberapa spot gajah jinak di tempatkan juga untuk berjaga-jaga.  Dalam 1 malam 1 hektar tanaman siap panen bisa ludes cerita bapak selamet yang selalu anter saya selama di Taman Nasional Waykambas ini . Puas sekali akhirnya bisa berpelukan langsung dengan gajah ditempat yang seperti ini. Gajah memang salah satu binatang yang paling saya gemari kalau ada kesempatan dimana saya bisa main sama gajah pasti bakal saya lakukan, dan waykambas merupakan tempat yang seru untuk itu . Kalian bisa minta bantuan Pak Selamet ( 085377805517 ) untuk arrange penginapan atau transportasi kalian selama di Waykambas, kalian juga bisa ke Waykanan untuk lihat badak / harimau / burung. Jadi cara saya menuju kesini dari Bandar Lampung : Bus Candra ( ekonomi alias ga pake AC) bisa di hubungi di 085838067994 berangkat dari terminal rajabasa jam 10 (stop di pasar tridathu) Rp 25.000, dilanjutkan Ojeg ke homestay ( diluar gerbang taman nasional ) Rp 30.000 dan kembali lagi ke Bandar Lampung dengan Bus Damri (stop di terminal rajabasa) Rp 30.000 Awalnya saya mau naik Damri langsung dari bandar lampung tapi hari itu bus ga jalan. Dengar kabar bahwa bus sedang dalam perbaikan, dengar kabar juga bahwa peminat sudah berkurang jadi jadwal keberangkatan Bus Damri jadi tidak jelas, soalnya kalau ada bus damri tujuan Way Kambas itu benar-benar sampai ke tempat penangkaran gajah, jadi kita tidak perlu repot sambung ojeg lagi. Oh ya perjalanan pulang saya menuju Bandar Lampung juga tidak semudah itu, karena saya sudah stand by jam 11 di pasar tridatu untuk menunggu bus yang katanya jam 12:30 tapi tidak datang juga sampai akhirnya baru ada bus DAMRI lewat dari JEPARA yang akan menuju bandar lampung di jam 15:00. Itupun kursi sudah penuh, jadi saya berdiri di bus damri, perjalanan Waykambas - Bandar Lampung kira - kira 3 jam tapi untungnya saya hanya berdiri 30 menit karena ada beberapa penumpang yang turun. Kapok ? enggak lah ! Memang ga senyaman yang dibayangkan , tapi memang saya sendiri suka seperti itu. Kalau mau nyaman dari Airport kalian sudah bisa langsung sewa kendaraan (avanza) dengan tarif 450.000 Sekali jalan, bisa kontak Pak Erwan 0813 6972 3960. Semoga tulisan ini bisa membantu kalian yang selama ini penasaran sama Taman Nasional Waykambas dan bisa jadi alternatif kalian berlibur juga . Terima kasih banyak Lelly & Riri sudah di temani ke Waykambas dan tumpangan di Bandar Lampungnya .
Raja Ampat
Papua
Berawal dari Garuda Travel Fair yang aku datengin, rencananya mau cari tiket murah ke Sumba. Jujur aja setiap beli tiket murah itu (waktu itu bulan Oktober 2016) aku ga lihat kalender, ga peduli tanggal merah atau hitam aku pakai kata hati aja belinya, April deh 3 - 9. Pas dicheck taunya mahal ke Sumba ditanggal itu. Akhirnya aku iseng bilang, yauda coba Sorong , eh taunya dapet diharga 2,5 juta PP dengan maskapai Garuda. Artinya aku bakal ke Sorong yaitu Raja Ampat di tahun 2017 pada bulan april, seiring berjalannya waktu tiket itu didiemin aja, info info diraja ampat belum dicari juga sampailah akhirnya bulan December mulai browsing dan ternyata mahal banget disananya, MAMPUS. Masak berdua sewa kapal untuk menuju Pulau Wayag 19 juta ( dibagi 2 orang ) Baru kapal aja belum penginapan dan belum diving PUSING , akhirnya browsing lagi dan nanya sana sini mereka bilang emang kalau cuma berdua ya untung-untungan, kalau pas di Homestay itu ada yang mau ke pulau A misalnya, ya bisa samaan, kalau enggak ada ya aku musti bayar sendiri. Oke mulai mules dari December bisa ga jadi  ini ceritanya kalau musti keluarin duit segitu untuk transportasinya menuju Pulau Pulau cantik di Raja Ampat. Tapi emang ada aja ya jalan, tiba - tiba di Instagram ketemu sama Wendra yang punya open trip ke Raja Ampat. Tapi kendalanya ga ada jadwal trip di tanggal kedatangan aku di Sorong. Jadi mulai December aku uda koar koar sana sini nyari orang yang mau ke Raja Ampat, dan akhirnya berangkatlah kita ber 5 dari Bali dan 1 dari Jakarta ke Raja Ampat, buat yang mau tau biayanya berapa baca terus tulisannya supaya mengikuti ceritanya juga, hehe. Kalau berangkat dari jakarta enaknya adalah ga lama transit di Makassar, karena ada batik air yang terbang langsung ke Sorong, bahkan sekarang dari bandar udara Sorong bisa lanjut penerbangan ke Waisai untuk lebih mudah mencapai Raja Ampat. Sedangkan perjalananku cukup lama dan jauh Denpasar - Makassar ( transit 9 jam ) - Sorong - Waisai - Pulau Mensuar . Sesampainya di Bandar udara Sorong kita sudah langsung dijemput oleh tim nya wendra yang arrange trip kita, untuk diantar ke pelabuhan, karena kita mau melanjutkan perjalanan laut via kapal ferry ke waisai kurang lebih 2 jam (maaf kalau salah, jujur saya tidur tiada henti). Tiket ferry sudah diurus oleh tim dan sudah include dalam harga trip. Di waisai kita sempet jalan jalan keliling kota, cobain makan papeda, dan ketemu adik adik papua yang keriting keriting dan bahagia banget pulang sekolah langsung main air di pantai. Papeda, aku pribadi ga terlalu suka haha aneh kayak jelly tapi pakai ikan . Gereja GKI alfa omega waisai, bentuknya kura - kura . Keadaan kota waisai. Pelabuhan Waisai saat menunggu dijemput oleh kapal dari Homestay, disini kita diharuskan membayar biaya masuk ke daerah raja ampat yang dikenal dengan nama Pin Raja Ampat 500.000 ( untuk domestik ) 1.000.000 ( untuk mancanegara ), bisa cash / debit / kartu kredit bayarnya, tersedia mesin EDC di loketnya. Di Waisai inilah kesempatan terakhir kalian yang perlu ke ATM dan ambil cash karena nanti setelah menuju pulau di tempat kita menginap sudah tidak bakal ketemu yang namanya ATM. Berlaku 1 tahun, jadi pin raja ampat itu berupa kartu agak tipis seperti kartu di telephone umum dulu. Sampailah kita di Homestay , kamar nya langsung laut . Bener bener menyatu dengan alam, bahan bangunan homestaynya semua dari alam , yang saya takutkan cuma satu, NYAMUK. Untuk kamarnya dilengkapi dengan kelambu kok dan selamat sampai sekarang tidak kena malaria, Autan yang saya bawa lebih banyak dari sunblock. Kamar aku yang ditengah, seru sekali homestaynya . View dari depan kamar, setiap malam kerjaan kita disini duduk duduk ngobrol, main games, kebetulan signalnya tidak begitu bagus jadi bener - bener liburan tidak main gadget. Listrik menyala dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi, tapi ga berpengaruh juga, karena setiap harinya jadwal kita full. Dari tempat makan kita di Homestay, jadi makan pagi - siang malam sudah include semua dari trip, kita hanya terima beres . Baru sampai di Homestay belum ada 20 menit istirahat sudah langsung diajak ke Pasir Timbul kebetulan lokasinya juga berdekatan dari Homestay, tapi sayang mendung. Keesokan paginya hujan ,  yang bikin deg degan karena kita mau mengarungi lautan dengan perjalanan lama yaitu 3 jam one way untuk menuju ke Pulau Wayag. Mati gaya di kapal semua posisi tidur sudah saya cobain, sepertinya minum antimo supaya tidur pulas merupakan tips menuju wayag haha . Ngobrol juga susah karena kalah sama suara mesin speed boat, dengar lagu di hp juga ga begitu kedengeran. Di suatu pulau untuk melapor sebelum naik ke bukit Wayag, disini saya kaget liat ada ikan hiu (blacktip) seliweran bebas dengan beberapa baby shark dan ikan lainnya. Waktu pertama kali ke Flores saya kagum bisa melihat baby shark dari dekat dan bisa berenang bareng sekarang di Raja Ampat ketakjuban saya adalah lihat blacktip shark dari jarak sedekat ini . Desa Selpele, masih diperjalanan menuju Pulau Wayag, di desa ini kita pertama kali melihat orang-orang mancing hanya dengan tali dan kail (tidak pakai umpan) ikannya sudah banyak ngumpul tinggal ikan mana yang terkena kail saat tali itu ditarik keatas. 3 jam perjalanan akhirnya kita sampai juga di wayag dan ternyata ini dia cara kita naik ke puncak wayag 2, Boat diikat ke batu dan kita mulai memanjat. Batunya seperti batu karang tajem tajem dan curam juga medannya, tapi ga terlalu susah ternyata. Pemandangan cantik, kelihatan gak tajem batunya kayak apa ? disarankan menggunakan sepatu ya kalau mau lebih lagi pakai sarung tangan sekalian hehe.   Akhirnya ini dia icon raja ampat, bisa melihat langsung, oh indahnya Indonesia   Full team diatas puncak wayag 2, teman sd bertemu lagi seru sekali. Turun dari puncak wayag kita makan siang di pantai ini, makan siangnya sudah disiapkan sama orang di homestay dari pagi hari jadi dibawa kesini seperti mau piknik, menunya sudah pasti ikan segar dan sayur-sayuran. Saking jauhnya pulau wayag hari itu kita hanya menghabiskan hari dengan satu tujuan aja, pergi pagi pulang malem. Batu Pensil, pengennya tuh bisa berenang disini karena lautnya tenang dan jernih tapi masalahnya sehabis ini kita masih harus ke tujuan selanjutnya dan masak basah-basahan. DILEMA ! Teluk Kabui, ini lagi lagoonnya super jernih dan lagi lagi pengen berenang tapi ga mau lepek. Sudah sampai di Pianemo, biasanya disebut mini wayag. Nah Open trip wendra juga bisa tuh request kalau ga mau include wayag, harganya jauh lebih murah jadinya, karena pianemo ini ga sejauh wayag. Langsung melirik kelapa muda di pianemo, mantabs ! Kita naik dulu ke puncak pianemo setelah itu baru minum dan makan kelapa . Terima kasih karena dibuatkan tangga yang sangat bagus untuk menuju puncak pianemo tidak sudah dan capek .   Kalau bisa di zoom mungkin kelihatan keringet saya yang berkucuran seperti lagi ngerjain proyek bangunan, panasnya ampun ampunan. Jatuh cinta kesekian kalinya sama Raja Ampat, ini tempat masih sangat sepi dan indah sekali, naik ke puncak wayag ga ada siapapun selain grup kita dan sama saat kita naik ke puncak pianemo juga begitu. Puas melihat pemandangan , puas foto foto. Dari Pianemo kita beranjak ke sebelah yaitu Telaga Bintang Yes memang seperti bintang bentuknya, naiknya ga begitu capek karena batu- batu karangnya sudah di buatkan tapakan semen jadi gampang lah naiknya . Ga kebayang kalau suatu saat Raja Ampat bakal seramai Pulau Komodo, sekarang sih jalan naiknya masih kecil dan super sempit. Sampai ditujuan berikutnya Pulau Arborek, saatnya snorkeling dan melihat ribuan ikan berkumpul. Di pulau ini juga kita bisa beli soft drink dan beer, harga beer bintang kalengan adalah 60.000 permisi itu ikan semua ya spot snorkeling berikutnya adalah Yenbuba Bapak pemandu kita selama di Raja Ampat ngajak kita pagi hari untuk liat dan kasi makan hiu, lokasniya 5 menit jalan kaki dari homestay. Ga kebayang segini banyaknya hiu yang saya liat pagi itu, dan ga cuma hiu aja yang kepermukaan tapi Napoleon dan Lion Fish. Seumur - umur main dilaut saya ga pernah liat ikan-ikan ini semua kalau enggak diving, di Raja Ampat dengan mudahnya mereka semua ada di permukaan laut. Lion Fish cantik tapi berbahaya, kayak kamu ! hehe . Trip yang ditawarkan sama Wendra itu terbilang murah dengan harga 4 juta (exclude tiket pesawat, pin raja ampat, penginapan di sorong). Yang kita dapet uda banyak banget tempatnya terus ini sampai ke Pulau Wayag. Makan, akomodasi, alat snorkeling dan  transportasi menuju semua pulau yang aku ceritain di atas sudah include.    Kapal yang membawa kita keliling raja ampat setiap harinya, spot terakhir snorkeling adalah Frewend. Enggak nyangka akhirnya bisa ke Raja Ampat juga, yang selama ini terkenal mahal banget, kalian kalau mau kesana usahakan beramai join private trip yang isinya kamu dan teman teman dekat kamu, seru banget . Di frewend aku disengat ubur ubur , jadi banyak sekali oleh oleh bekas sengatan di badan terutama bagian kaki aku, oleh oleh dari raja ampat. Penginapan di raja ampat memang sangat banyak dan beragam mulai dari homestay sampai resort harganya masih terjangkau, tapi penjemputan dilakukan oleh pihak akomodasi, ini dia dimulainya kemahalan itu kalau kalian trip hanya bersedikit. Belum lagi biaya transportasi saat kamu mau Jalan - Jalan ke pulau lain, kalau kamu memang hanya mau di homestay dan snorkeling tiap paginya di depan kamar pastinya ga akan banyak keluar biaya. Tapi masak sudah jauh jauh ke Raja Ampat enggak ke wayag ? pianemo ? arborek ? . Semoga tulisan ini membantu kalian yang penasaran sama raja ampat ya, yuk ke raja ampat.