San Francisco
USA
Perjalanan penerbangan terjauh dan terlama dalam hidupku dimulai dari Bali - Jakarta - Singapore - Hongkong - San Francisco. Berapa kali dapet headset tuh hahaha ( semoga ada yang paham jokes ini ) . Naik Singapore Airlines ga tau itu promo atau enggak tapi menurutku masuk akal harganya, karena aku membandingkan dengan maskapai lain. Beli tiketnya bulan September berangkatnya Bulan November, Mulai urus apply visa bulan October. Aku ga bakal bahas lengkap dan detail masalah urusan visa karena takut menyesatkan, urus visa amerika sendiri ga pakai calo, cuma mau cerita aja kalau ternyata ga sesulit yang aku bayangkan. Karena di Bali enggak bisa apply kedutaan amerika , jadi aku harus pilih mau via Jakarta atau Surabaya, Dimulai dengan buat account di website untuk isi semua data dan setelah selesai bayar via CIMB Niaga  dan kemudian diatur tanggal wawancara. Aku pilih di Jakarta. Wawancara di kedutaan aku uda siap dengan segambreng kertas kertas pendukung pengajuan visa kayak rekening koran, tiket pesawat, penginapan dll. Tibalah saatnya giliran aku dipanggil untuk wawancara, karena aku pergi sama kakakku jadi nomer antrean wawancara kita samaan, Pertanyaan standart mau kemana ? ngapain ke Amerika ? "California jawab aku" ( dalam bahasa inggris, wawancaranya kayak di loket gitu), San Francisco mau liburan, mulai dicheck  data kita di komputer untuk dicocokin kayak kerjaan kita dan karena dia minta liatin passport kita yang sudah kadaluarsa jadi dia nanya juga, oh sering ke Eropa, paling suka dimana di eropa ? ya dijawab aja santai lebih kayak ngobrol, dan ga sampai 5 menit uda dikasi kertas putih tentang cara pengambilan visa nya, OK ENJOY YOUR TRIP. Ga ada catatan tertulis tapi semakin passport kamu berwarna warni dengan cap / visa sepertinya tidak sulit untuk mendapatkan visa kunjungan ke amerika. Saat nunggu giliran jangan tanya berapa orang yang dapet kertas merah alias di tolak, intinya kalau uda mulai jawabannya ga masuk akal dan berbelit belit saat jawab pertanyaan yang simple dari pemwawancara hehe siap siap aja. Datanglah hari dimana tanggal keberangkatan tiba, perlu di ketahui bahwa 10 hari sebelum keberangkatan aku masih liburan di Jepang jadi aku beli asuransi travel selama setaun takut ada apa-apa pesawat satu aja delay bisa rugi banyak. Karena aku hanya punya selang 1 malam di Bali sebelum harus berangkat lagi ke Jakarta. Awalnya aku sempet mau berangkat dari Tokyo ke Amerika, tapi ketawa sendiri liat harga tiketnya, jadilah aku pulang ke Bali dan keesokan harinya langsung berangkat lagi ke Jakarta dan lanjut tuh rute yang akhirnya sampai San Francisco. Selama perjalanan pesawat aman aman saja, bahkan ga kerasa itu perjalanan lama sekali, entah kenapa. Apakah karena aku terus tidur karena capek jadi tau tau sampai atau karena excited, entahlah. Yang pasti kedatangan aku ke Amerika ini untuk pertama kalinya dan aku ga punya ekspektasi tinggi mengenai kota yang akan aku datangi lebih ke pasrah aja kakaku mau kemana dan aku ikut. Karena bisa berantem kalau aku banyak punya list mau kemana dan ternyata beda sama kakakku, jadi lebih baik mengalah demi keselamatan nusa dan bangsa . Karena dia uda sering ke Amerika aku  percayakan juga deh sama tempat tempat yang mau didatangin. Sampai di SFO malam hari kita menggunakan Uber untuk menuju airbnb, berhubung di Indonesia uda ga ada Uber dan terakhir ada juga ga sekeren di SF yang di mobil nya ada lampu lambang uber yang bisa nyala, warnanya kita bisa pilih di aplikasi saat memesan jadi  memudahkan kita juga untuk mengenal driver. Pilihan termurah menuju kota dari airport san francisco adalah SamTrans Bus atau Bart. Jauh diluar bayanganku, ternyata banyak sekali homeless di downtown kota San Francisco, kaget benerrrrrrr ... belum lagi kalau tiba tiba di samperin lagi jalan entah ngomong apaan kayak zombie. Makanya aku kurang suka jalan kaki malem malem terutama di downtown karena semakin malem orangnya semakin aneh. Airbnb kita lokasinya di Alamo Square, karena sama sekali tidak jetlag jadi  keesokan harinya pagi - pagi kita memutuskan untuk jogging ke Painted Ladies. Setelah jogging kita cari sarapan dengan mempercayakan aplikasi yelp. Kalau jalan sama rain ( kakak saya ) ga boleh milih tempat makan tuh random yang lewat aja harus dicari berdasarkan review dan menu. Folklores Cofee Traders kedatangan aku ke cafe ini disambut lagu country road, ahhh sedap kopinya enak, breakfast enak, happy sekali, seenak itu Salmon scramble yang aku pesan. Karena sering banget denger cerita orang - orang kalau ngasi tip di Amerika, akhrinya saya ngerasain sendiri haha serem uda ditulis musti ngasi berapa, Tips hematnya adalah makan di food truck atau fast food. Kalau trip agak lama, awal awal trip suka centil jajan jajan ga penting. Destinasi wajib bagi aku adalah ke Pier 39 untuk melihat sea lion, sebenarnya kawasan ini kawasan untuk shopping / makan tapi yang paling menarik adalah kumpulan sea lion yang ribut saut sautan dan berantem saling cebur ceburan. Selama di San Francisco aku beli clipper card, untuk daily pass juga tersedia limited pass dari pilihan 1 hari, 3 hari atau 7 hari. Dari Pier 39 kita jalan kaki ke Fisherman wraft eh tapi bukan makan seafood melainkan cobain IN-N-OUT Burger, pesan yang animal style fries dan animal style burger. Sampai buka web ini  untuk mastiin menu apa yang harus dipesan. Decor natal sudah menghiasi kota dan pusat perbelanjaan. Colorful Castro, LGBTQ neighbourhood = happy neighbourhood Awalnya semangat mau soulcycle setelah sampai eh kok malas ... Koleksi foto rumah rumah di San Francisco Twin Peaks, disaat semua orang kesini naik uber / kendaraan pribadi. Kita pake acara hiking dari belakang rumah warga, menuju kesini nya naik muni dilanjutkan naik bus. Jalanan Zig Zag yang terkenal Lombard Street. View Coit Tower, di Telegram hill view dari sini bagus sekali La Taqueria, tacoooooooosssss time Salah banget nyobain bubble tea di amerika, aduh kemana mana enakan chatime lah. Menunggu beberapa hari belakangan yang selalu mendung dan hujan sampai cerah baru kita memutuskan untuk ke Golden Gate, Karena banyak pilihan spot foto kita pilih yang paling ujung yaitu Battery Spencer, karena tidak ada public transportation jadinya kita naik uber. Tips murah naik uber adalah pilih uber shared. Jalan kaki dari ujung ke ujung gate sampai di tempat yang ada public transportnya. Opsi lain adalah naik sepeda Dingin dingin seperti ini masih ada yang main surfing di bawah Golden Gate Palace of fine arts, bangunan klasik dikelilingi taman. Enak buat santai santai sore disini Free Public rooftop POPO Sehabis dari San Francisco kita melanjutkan perjalanan ke Los Angeles naik Bus, karena busnya malam kakak saya yang kecentilan booking hostel buat nunggu mendekati jam keberangkatan, sekitar jam 11 malam, HAHAHAHAHAHAHAHAHA jadi kita check in aja baru jam 7 malam uda check out lagi jam 11 malam dengan membayar untuk 2 orang karena di dorm, dan kita cuma goleran tidur tiduran di 1 kasur. Kalau dipikir pikir ketawa sih kok jadi lebih mahal daripada naik bus ke LA nya ya ? HAHAHAHAHAHA, yauda sampai jumpa di cerita LA.
Osaka
Japan
Sesampainya di Osaka, karena penginapan kita letaknya jauh dari kota, kita memutuskan untuk keliling kota osaka terlebih dahulu dan menyimpan koper di Osaka Station. Super simple dan aman ( aku bawa laptop dan aku taruh di koper kecil, aman ) Osaka Castle Masih memanfaatkan JR pass jadi aku kesini menggunakan kereta yang JR Line, Aku pakai applikasi Navitime atau juga google maps sendiri, untuk mengetahui bisa atau tidaknya aku memanfaatkan JR line yang aku sudah punya. Orang orang di Jepang masih main Pokemon go lho. Nambayasaka Shrines, letaknya di daerah namba. Dotonburi yang dingin di malam hari, mencoba berbagai makanan. Hirakata T-site, lokasinya cukup jauh dari kota tapi karena penasaran sama toko buku ini , aku sempat sempatin untuk melihat langsung.
Kyoto
Japan
Tempat menginap selama di Kyoto : WeBase. Super nyaman dan bersih, Lounge nya besar karena aku tinggal di kamar dorm  yang kasurnya kecil dan kotak aja jadinya banyak menggunakan lounge . Lokasi okay , bisa jalan kaki ke pusat kota , dan yang terpenting : "dekat dengan family mart". atas rekomendasi receptionist hotel kita makan di Sukemasa ( dekat sekali dengan hostel ). Bukan penggemar gyoza , karena anti daun bawang tapi yang ini enak sekali. Nishiki market, masih di area hostel. Jajan deh di sepanjang market . High season di bulan November, waktu aku ke arashimaya bulan Agustus sepinya minta ampun. Untuk urusan transportasi di Kyoto aku lebih suka naik Bus karena JR pass tidak terlalu digunakan di rute yang aku kunjungi. Karena lumayan lama di Kyoto aku pilih untuk beli IC card jadi ga perlu bingung lagi kalau naik bus / kereta bisa langsung di tap aja, info lebih lengkapnya bisa dilihat disini  Explore daerah arashimaya, terpukau sama warna daun yang berganti dari kuning menjadi merah. Ini kali pertama aku traveling di musim gugur. Mencoba Ichiran ramen untuk pertama kalinya. Sensasi makan di sekatsekat, bisa sepuasnya seruput kuah sampe blepotan kesana kemari. Fushimi Inari Taisha Karya wisata anjing anjingnya ke temple. Arisan geng poodle. Jalan jalan di daerah Gion, sayang sekali tidak menemukan meiko yang lewat. Kyoto modern art museum Yasaka konshin do temple. Temple paling warna warni di Kyoto. Perjalanan menanjak menuju Kiyomizu Dera temple Sepanjang perjalanan menuju Kiyomizu dera dimanjakan dengan tester snack oleh oleh. Kinkakuji / Golden Temple, Harga tiket masuk 400 yen. Datang di bulan dan musim yang tepat sedang cantik cantiknya. Karena aku telat reservasi untuk makan di Kichi Kichi Omurice jadinya aku masih penasaran sama Kyoto, Selain memang aku sangat suka sekali kotanya. Ada yang sudah pernah makan kichi kichi omurice ? apakah lebih enak dari nasi goreng abang abang ? Let me know :)
Tokyo
Japan
Kaget banget tiba-tiba dapet broadcast di LINE kalau ada tiket DIRECT AIR ASIA dari Denpasar ke Narita seharga 2.650.000 ( tahun 2017 bulan November broadcastnya ). Semurah itu tiket  pulang pergi ke Jepang ? Nah tapi aku uda pernah ke Jepang sebelumya, pas summer 2012, jadi kali ini mau pergi pas musim agak dingin,  cantik kali ya pas lagi merah merah daun di jepang jadi aku pilih bulan November 2018 untuk berangkat. 1 Bulan sebelum keberangkatan aku,  Air Asia buat pengumuman kalau rute direct Denpasar - Narita akan ditutup per Januari 2019 , bagi siapapun yang sudah beli akan direfund atau diubah rutenya . ( setidaknya pernah ngerasain direct flight denpasar - narita ) Waktu terakhir ke Jepang status aku masih mahasiswi di Jakarta, biaya visa GRATIS. Tapi karena peraturan barunya adalah apply visa jepang sesuai dengan domisili KTP, ya jadinya  aku apply via kedutaan jepang di bali. Kali ini Biaya visanya 360.000 untuk single entry, prosesnya 3 hari kerja. Syaratnya apa aja kayaknya ga perlu dijabarin detail disini ya sudah lengkap banget kok di webnya ini.  Sekalian di check juga di web tersebut untuk pemegang E-Passport, apakah sudah di registrasi supaya bebas visa ? Oke mulai ceritanya, sampai di Bandara Narita kita sibuk nuker Japan Rail Pass. Aku beli Japan Rail Pass yang 7 hari karena akan berpindah ke beberapa kota, total 10 hari di Jepang, aku musti akalin supaya Japan Rail Pass worth it. Rute aku standart aja : Tokyo - Kyoto - Osaka - Tokyo, seperti manusia kebanyakan hahahaha. Untuk belinya sendiri aku beli di HIS travel  . Bisa juga di beli di traveloka, tokopedia, kenapa beli di HIS travel ? karena dengan harga yang sama dengan traveloka / tokopedia aku dapet voucher discount belanja di Don Quijote.  Karena mendarat di pagi hari dan urusan Japan Rail Pass sudah selesai, sedangkan hostel tempat kita menginap baru bisa check in jam 2 siang, kita putuskan untuk naik bus dari bandara ke kota.  Selain bisa membuang waktu dengan tidur karena perjalanannya sendiri memakan waktu lebih dari 1 jam, harganya lebih murah dari naik kereta. Harga tiket busnya 1000 yen atau 120.000 rupiah sekali jalan dari bandara narita sampai di Tokyo Station. Yang paling aku suka dari jepang, WC nya .Bulan November suhu udara sudah mulai dingin tuh. Setiap duduk di wc yg tempat duduk anget aku bahagia sekali. Di Tokyo menginap di Anne Hostel Yokozuna. Lokasi dekat station , JR LINE ( tercover JR PASS ) , Banyak restaurant murah di dekat hostel, untuk harga banyak yang lebih murah dari ini sebenarnya tapi sudah FULL. Ga nyangka November itu ternyata high season di Jepang. Karena ini merupakan kunjungan kedua ke Jepang jadi ada beberapa tempat yang diulang dikunjungi dan ada juga tempat-tempat baru,  Kalau mau tau kunjungan pertama aku di Jepang Summer 2012, bisa dibaca disini . Mungkin masih banyak yang bingung kalau JR PASS itu selain bisa naik shinkansen juga bisa naik kereta antar tempat di Tokyo yang masih satu perusahaan yaitu JR.   Terus area di Tokyo yang ga ke cover sama JR PASS karena bukan JR Line kalian bisa beli prepaid card Suica, penjelasan lebih lengkapnya bisa dibaca disini  Anata no Warehouse Game arcade ini super keren, dari pintu masuknya aja aku uda terpukau ( kalian bisa liat di instastory aku kalau memang penasaran), Ada 8 lantai kalau aku ga salah tiap lantai permainannya berbeda-beda lantai 1 dan 2 merupakan lantai yang paling keren interior dan temanya, Masuk sini gratis, tapi ya kalau mau main permainannya otomatis bayar. Lantai 1 lokasinya seseru ini, dulu aku kira disneyland itu menyenangkan " happiest place on earth " katanya OH TIDAK SETUJU , karena sepertinya punya darah tinggi dan ga sabaran, yang kuingat dari disneyland adalah antre. Jadi mulai saat itu aku lebih milih tempat tempat seperti ini untuk dikunjungi. Kenapa ? Aneh dan sepi ! haha Lantai 1 dan 2 paling berbeda dari game arcade biasanya, untuk lantai sisanya sih standart ya . Makin kesini traveling semakin mudah, aku inget tahun 2012 aku ke Jepang blm ada yang namanya pocket wifi. Masih dikasi peta manual sama hostel, arrange mau kemana aja hari itu, cari tau sendiri naik kereta apa, sekarang uda mudah banget, pocket wifi harga bersaing, airbnb di jepang juga rata-rata pinjemin pocket wifi. Mau kemana kemana tinggal buka google biar tau harus naik kereta yang mana. Kadang aku kangen traveling yang kayak dulu ga terpaku sama gadget sebagai penunjang traveling. Tapi zaman sudah berubah,memang jauh lebih praktis terutama di kota kota besar seperti Jepang. Kalau untuk pocket wifi sendiri apa yang bagus ? aku kurang tahu , karena aku sendiri ga pakai. Tapi yang aku lihat di HIS travel bisa rental dengan harga harga promo kalau sudah beli JR PASS, atau banyak pilihan di tokopedia sepertinya ( aku sok tau aja sih ). Aku pakai XL PASS yang 1 minggu, harganya 300 ribu, Cukup buat kebutuhan aku yang cuma perlu whatsapp dan google maps saja. Kalau kalian sibuk instastory atau sibuk chat sana sini selama liburan cocoknya memang pakai Pocket Wifi Unlimited. XL PASS itu kita masih pakai kuota yang kita punya selama di Indonesia, 300 ribu 1 minggu hanya seperti biaya dia supaya bisa dipakai di Luar negeri saja. Tokyo midtown, aku kesini malem hari. Siang siang enak deh kayaknya piknik di park deket sini , Hinokicho Park. Karena penasaran makanan yang selalu dipesen orang indonesia kalau ke tokyo, aku makan yang di daerah Harajuku. Enak rasanya, mungkin karena beramal baik selama di Tokyo kita ga kena zonk antrean makanan disini ya, bener-bener dateng langsung dapet tempat duduk, keluar restaurant shock sama antreannya yang uda panjang banget. Purikura is a must, lagi di daerah Shibuya ketemu temen SD, ga boleh melewatkan purikura photo. Harganya sekitar 400 yen. Shibuya Crossing. Ga jauh dari Shibuya crossing kita menghabiskan malam di bar mungil mungil, 1 barnya cuma bisa keisi 3-5 orang saja. Karena pada penuh, kita dapet dilantai 2 dan lesehan. minum sake & beer, liatin kereta yang lewat dan KARAOKE. Karena film Bohemian Rhapsody baru baru keluar saat kunjungan aku kesana jadi tema lagunya semua lagu Queen. Seru sekali saking serunya sampai kelupaan kalau kereta terkahir jam 12 malam, buru buru pulang sebelum musti naik taxi. Meiji Jingu Gaien, wajib didatengin di musim gugur saat daun mulai kekuningan. Ya pastinya ramai sekali ... Kaminarimon Gate Sensoji Temple , Sudah pernah kesini tapi balik lagi karena lokasinya paling dekat diantara beberapa pilihan temple lainnya dari lokasi kita menginap. Sebenernya aku penasaran sama Gotokuji Temple tapi kasian kalau ternyata memang ga semegah dan sebesar Sensoji, karena aku kesini sama temen temen lainnya yang belum pernah. Setelah ngantre crepes yang terkenal di Harajuku dan harus menerima kenyataan setelah sampai kasir bahwa rasa yang aku mau sudah habis itu kayaknya nyesek banget, ngantrenya uda 20 menitan haha. Akhirnya ada lagi antrean heboh lainnya dan ternyata enak banget. Temen aku beli yang ice cream tapi aku lebih suka yang croquant chou nya. Nah yang difoto diatas itu lah dia bentukannya, super duper lezat. Rasa yang berbeda, seger. Harajuku Tokyo Plaza Omotesando Harajuku, pesanku kalau kesini check deh rooftopnya. The National Art Center. Akihabara untuk shopping 24 jam di Don Quijote. Ajaib sih ini tempat semua ada, costum cosplay dari karakter apa aja ada. Wig warna apa aja dan model apa aja, Kit kat semua rasa, aduhhhhh entah ada berapa lantai pokoknya aku hari terakhir di Tokyo kuhabiskan disini sisa uang dan tenagaku. Nah kayak yang aku bilang diawal, kalau beli JR PASS di HIS travel dapet voucher belanja disini nih. Belajar dari pengalaman, Pertama kali ke Jepang aku ga pernah reserve kursi di shinkansen, karena aku tau November ini High season, aku selalu pesan tempat duduk supaya nyaman berpindah kota. Cold bento 1000 yen, bekal perjalanan Tokyo - Kyoto. Aku paling suka di Jepang ini dengan budaya mereka untuk menghargai privasi di publik transportasi selalu ada stickers ga boleh nelfon, ga boleh ngobrol keras keras. Saat kalian melakukan reservasi untuk booking shinkansen dan tempat duduk kalian bakal dapet tiket kecil gitu diluar JR PASS kalian . JR PASS itu bentuknya kertas ada nama kalian sesuai passport dan tanggal kadaluarsanya, Jalur kalian keluar masuk stasiun juga berbeda, ga perlu tuh yang namanya tap tap di mesin, tapi masuk ke bagian yang dekat dengan penjaga stasiun dan tunjukin deh JR PASS kalian. Pokoknya aman deh selagi kertas itu ga hilang, karena itu mahal harganya disimpan baik baik. Gimana kalau kalian uda reserve tempat duduk terus kalian ketinggalan kereta ? " Jangan sedih pesen aja lagi di jam setelah itu". Pokoknya selama pakai JR PASS aman, kalau mau lebih hemat kalian bisa menggunakan Bus untuk berpindah kota, tapi pastinya kalian harus meluangkan banyak waktu lagi, karena akan ada banyak waktu yang terbuang di perjalanan.