Dari Copenhagen aku melanjutkan perjalanan ke Venice (naik Ryan Air), untuk sekian lama akhirnya kembali lagi nginep di hostel karena hanya kurang dari 24jam di Venice dan akan melanjutkan perjalanan ke Dolomite. Ternyata di umur ini, uda ga bisa sharing sharing kamar sama orang lain kayak masa muda dulu haha.
Hostel yang aku pilih karena lokasinya dekat sama Bus stop yang akan membawa aku ke Dolomite. Ticket bus sudah aku beli via Flixbus seharga 230.000 untuk 3 jam perjalanan. Rutenya Venice -Cortina d’Ampezzo.
Jam 7 pagi aku uda explore venice supaya ada waktu sebelum check out dan melanjutkan perjalanan. Venice di pagi hari ternyata menarik, belum ramai turis hehe
Sarapan dan beli bekal untuk perjalanan 3 jam menuju pegunungan dolomite, sambil memantau cuaca ternyata sudah mulai turun salju di dolomite. EXCITED
Sudah hampir sore dan pemandangan dari bus yang penumpangnya tidak banyak sudah menunjukan pemandangan yang aku tunggu-tunggu. Oh ya ngomong-ngomong ini perjalanan aku sendirian ya … jadi beberapa hari kedepan aku bakalan sewa mobil explore dolomite
Sampai di cortina aku langsung sewa mobil ( on the spot ) jangan ditiru kegilaan ini, jadi aku kasi info kartu namanya ya, supaya siapa tau kalian mau sewa bisa lewat websitenya dulu, untung skill menyetirku bisa Manual dan Matic transmisi jadi sisa mobil apa aja ga masalah ( asal ada uangnya ) Sim Internasional penting ya, atau SIM yang di translate juga boleh, kenapa ga sewa mobil dari venice ( oh tentu tidak) capek dong .. kan sendirian ,,
Dari Cortina lanjutlah aku menyetir ke area lain yang jaraknya 1 jam, karena cortina lumayan pricy harga hotel jadinya aku memutuskan untuk ke daerah ini ( bisa di klik ya buat hotelnya ) .
Mobil sewaannya, Manual transmisi , harga 40 Euro perhari, harga bensin lupa berapa. Bulan November dolomite termasuk low season bener bener sepi karena ini daerah pegunungan salju yang ramaianya ya pas ada salju, sehingga agak susah nyari resto yang buka, sehingga aku musti banyak bekal buat jaga jaga selama di perjalanan.
Sekali makan di restaurant siapkan kurang lebih 20 Euro. Porsinya gede jadi kadang aku makan malam cuma buah aja karena masih kenyang.
Jadi bagaimana nentuin rute selama di Dolomite ? jawabannya Save tempat tempat yang kalian mau kunjungi di google maps, tinggal dilihat arahnya dan dibagi berapa hari kalian akan disana, dipastiin dapet semua lokasi yang kalian save dengan pertimbangan cuaca ..
Tujuan pertamaku yaitu Passo Giau. Cuaca saat itu cerah sekali
Kegiatan yang dilakukan adalah hiking, tapi aku ga bakal full track paling cuma 30 menit dari parkiran terus balik lagi, selain sepi juga agak sulit tracknya karena salju. Biarpun sendirian foto-foto tetap aman berkat bawa tripod.
Sesekali berhenti buat foto karena viewnya memang sebagus itu
Berikut merupakan view di Val Gardena.
Church of St. John , daerah ini bagus banget wajib dikunjungi
Belakangan dolomite jadi tujuan wisata orang orang kalau ke eropa, lebih murah dari swiss tapi viewnya bagus banget .
Gereja Santa Magdalena, berikut titik lokasi dengan pemandangan yang bagus. Parkir mobil di sebuah parkiran khusus ( gratis ) kemudian dilanjutkan hiking 15 – 20 menit sampai akhirnya sampai di view ini .
Desa menawan di lembah Val di Funes, yang terkenal dengan latar belakang puncak gunung Odle, jangan ditanya sekarang bakalan rame karena sudah masuk ranah instagram dan tiktok.
Lago di Braies, bagian dari situs warisan dunia UNESCO di Dolomites. Penyewaan kapal kayu saat aku datang sedang tidak beroperasi karena sudah memasuki musim dingin, kalau summer jangan ditanya ramainya kayak apa, parkir pun terbatas harus reservasi online dan harganya ga main main bisa sampai 30 Euro.
Bagusnya kebangetan, warna asli tanpa editan
Terdapat kapel dan restaurant dan juga hotel yang viewnya langsung ke danau ini. Hotel Lago di Braies. Selama perjalanan menuju Lago di Braies terdapat banyak hotel hotel bagus dan menarik ( sayang belum masuk di budget ) HARGANYA SEMALEM fantastisssssssss …
Makan siang di restaurant yang ada di lago di braies.
Cuaca mendukung selama di dolomite
Pengen kembali lagi ke Dolomite di musim panas supaya bisa hiking lebih puas.