Kyoto
Japan
Tempat menginap selama di Kyoto : WeBase. Super nyaman dan bersih, Lounge nya besar karena aku tinggal di kamar dorm  yang kasurnya kecil dan kotak aja jadinya banyak menggunakan lounge . Lokasi okay , bisa jalan kaki ke pusat kota , dan yang terpenting : "dekat dengan family mart". atas rekomendasi receptionist hotel kita makan di Sukemasa ( dekat sekali dengan hostel ). Bukan penggemar gyoza , karena anti daun bawang tapi yang ini enak sekali. Nishiki market, masih di area hostel. Jajan deh di sepanjang market . High season di bulan November, waktu aku ke arashimaya bulan Agustus sepinya minta ampun. Untuk urusan transportasi di Kyoto aku lebih suka naik Bus karena JR pass tidak terlalu digunakan di rute yang aku kunjungi. Karena lumayan lama di Kyoto aku pilih untuk beli IC card jadi ga perlu bingung lagi kalau naik bus / kereta bisa langsung di tap aja, info lebih lengkapnya bisa dilihat disini  Explore daerah arashimaya, terpukau sama warna daun yang berganti dari kuning menjadi merah. Ini kali pertama aku traveling di musim gugur. Mencoba Ichiran ramen untuk pertama kalinya. Sensasi makan di sekatsekat, bisa sepuasnya seruput kuah sampe blepotan kesana kemari. Fushimi Inari Taisha Karya wisata anjing anjingnya ke temple. Arisan geng poodle. Jalan jalan di daerah Gion, sayang sekali tidak menemukan meiko yang lewat. Kyoto modern art museum Yasaka konshin do temple. Temple paling warna warni di Kyoto. Perjalanan menanjak menuju Kiyomizu Dera temple Sepanjang perjalanan menuju Kiyomizu dera dimanjakan dengan tester snack oleh oleh. Kinkakuji / Golden Temple, Harga tiket masuk 400 yen. Datang di bulan dan musim yang tepat sedang cantik cantiknya. Karena aku telat reservasi untuk makan di Kichi Kichi Omurice jadinya aku masih penasaran sama Kyoto, Selain memang aku sangat suka sekali kotanya. Ada yang sudah pernah makan kichi kichi omurice ? apakah lebih enak dari nasi goreng abang abang ? Let me know :)
Tokyo
Japan
Kaget banget tiba-tiba dapet broadcast di LINE kalau ada tiket DIRECT AIR ASIA dari Denpasar ke Narita seharga 2.650.000 ( tahun 2017 bulan November broadcastnya ). Semurah itu tiket  pulang pergi ke Jepang ? Nah tapi aku uda pernah ke Jepang sebelumya, pas summer 2012, jadi kali ini mau pergi pas musim agak dingin,  cantik kali ya pas lagi merah merah daun di jepang jadi aku pilih bulan November 2018 untuk berangkat. 1 Bulan sebelum keberangkatan aku,  Air Asia buat pengumuman kalau rute direct Denpasar - Narita akan ditutup per Januari 2019 , bagi siapapun yang sudah beli akan direfund atau diubah rutenya . ( setidaknya pernah ngerasain direct flight denpasar - narita ) Waktu terakhir ke Jepang status aku masih mahasiswi di Jakarta, biaya visa GRATIS. Tapi karena peraturan barunya adalah apply visa jepang sesuai dengan domisili KTP, ya jadinya  aku apply via kedutaan jepang di bali. Kali ini Biaya visanya 360.000 untuk single entry, prosesnya 3 hari kerja. Syaratnya apa aja kayaknya ga perlu dijabarin detail disini ya sudah lengkap banget kok di webnya ini.  Sekalian di check juga di web tersebut untuk pemegang E-Passport, apakah sudah di registrasi supaya bebas visa ? Oke mulai ceritanya, sampai di Bandara Narita kita sibuk nuker Japan Rail Pass. Aku beli Japan Rail Pass yang 7 hari karena akan berpindah ke beberapa kota, total 10 hari di Jepang, aku musti akalin supaya Japan Rail Pass worth it. Rute aku standart aja : Tokyo - Kyoto - Osaka - Tokyo, seperti manusia kebanyakan hahahaha. Untuk belinya sendiri aku beli di HIS travel  . Bisa juga di beli di traveloka, tokopedia, kenapa beli di HIS travel ? karena dengan harga yang sama dengan traveloka / tokopedia aku dapet voucher discount belanja di Don Quijote.  Karena mendarat di pagi hari dan urusan Japan Rail Pass sudah selesai, sedangkan hostel tempat kita menginap baru bisa check in jam 2 siang, kita putuskan untuk naik bus dari bandara ke kota.  Selain bisa membuang waktu dengan tidur karena perjalanannya sendiri memakan waktu lebih dari 1 jam, harganya lebih murah dari naik kereta. Harga tiket busnya 1000 yen atau 120.000 rupiah sekali jalan dari bandara narita sampai di Tokyo Station. Yang paling aku suka dari jepang, WC nya .Bulan November suhu udara sudah mulai dingin tuh. Setiap duduk di wc yg tempat duduk anget aku bahagia sekali. Di Tokyo menginap di Anne Hostel Yokozuna. Lokasi dekat station , JR LINE ( tercover JR PASS ) , Banyak restaurant murah di dekat hostel, untuk harga banyak yang lebih murah dari ini sebenarnya tapi sudah FULL. Ga nyangka November itu ternyata high season di Jepang. Karena ini merupakan kunjungan kedua ke Jepang jadi ada beberapa tempat yang diulang dikunjungi dan ada juga tempat-tempat baru,  Kalau mau tau kunjungan pertama aku di Jepang Summer 2012, bisa dibaca disini . Mungkin masih banyak yang bingung kalau JR PASS itu selain bisa naik shinkansen juga bisa naik kereta antar tempat di Tokyo yang masih satu perusahaan yaitu JR.   Terus area di Tokyo yang ga ke cover sama JR PASS karena bukan JR Line kalian bisa beli prepaid card Suica, penjelasan lebih lengkapnya bisa dibaca disini  Anata no Warehouse Game arcade ini super keren, dari pintu masuknya aja aku uda terpukau ( kalian bisa liat di instastory aku kalau memang penasaran), Ada 8 lantai kalau aku ga salah tiap lantai permainannya berbeda-beda lantai 1 dan 2 merupakan lantai yang paling keren interior dan temanya, Masuk sini gratis, tapi ya kalau mau main permainannya otomatis bayar. Lantai 1 lokasinya seseru ini, dulu aku kira disneyland itu menyenangkan " happiest place on earth " katanya OH TIDAK SETUJU , karena sepertinya punya darah tinggi dan ga sabaran, yang kuingat dari disneyland adalah antre. Jadi mulai saat itu aku lebih milih tempat tempat seperti ini untuk dikunjungi. Kenapa ? Aneh dan sepi ! haha Lantai 1 dan 2 paling berbeda dari game arcade biasanya, untuk lantai sisanya sih standart ya . Makin kesini traveling semakin mudah, aku inget tahun 2012 aku ke Jepang blm ada yang namanya pocket wifi. Masih dikasi peta manual sama hostel, arrange mau kemana aja hari itu, cari tau sendiri naik kereta apa, sekarang uda mudah banget, pocket wifi harga bersaing, airbnb di jepang juga rata-rata pinjemin pocket wifi. Mau kemana kemana tinggal buka google biar tau harus naik kereta yang mana. Kadang aku kangen traveling yang kayak dulu ga terpaku sama gadget sebagai penunjang traveling. Tapi zaman sudah berubah,memang jauh lebih praktis terutama di kota kota besar seperti Jepang. Kalau untuk pocket wifi sendiri apa yang bagus ? aku kurang tahu , karena aku sendiri ga pakai. Tapi yang aku lihat di HIS travel bisa rental dengan harga harga promo kalau sudah beli JR PASS, atau banyak pilihan di tokopedia sepertinya ( aku sok tau aja sih ). Aku pakai XL PASS yang 1 minggu, harganya 300 ribu, Cukup buat kebutuhan aku yang cuma perlu whatsapp dan google maps saja. Kalau kalian sibuk instastory atau sibuk chat sana sini selama liburan cocoknya memang pakai Pocket Wifi Unlimited. XL PASS itu kita masih pakai kuota yang kita punya selama di Indonesia, 300 ribu 1 minggu hanya seperti biaya dia supaya bisa dipakai di Luar negeri saja. Tokyo midtown, aku kesini malem hari. Siang siang enak deh kayaknya piknik di park deket sini , Hinokicho Park. Karena penasaran makanan yang selalu dipesen orang indonesia kalau ke tokyo, aku makan yang di daerah Harajuku. Enak rasanya, mungkin karena beramal baik selama di Tokyo kita ga kena zonk antrean makanan disini ya, bener-bener dateng langsung dapet tempat duduk, keluar restaurant shock sama antreannya yang uda panjang banget. Purikura is a must, lagi di daerah Shibuya ketemu temen SD, ga boleh melewatkan purikura photo. Harganya sekitar 400 yen. Shibuya Crossing. Ga jauh dari Shibuya crossing kita menghabiskan malam di bar mungil mungil, 1 barnya cuma bisa keisi 3-5 orang saja. Karena pada penuh, kita dapet dilantai 2 dan lesehan. minum sake & beer, liatin kereta yang lewat dan KARAOKE. Karena film Bohemian Rhapsody baru baru keluar saat kunjungan aku kesana jadi tema lagunya semua lagu Queen. Seru sekali saking serunya sampai kelupaan kalau kereta terkahir jam 12 malam, buru buru pulang sebelum musti naik taxi. Meiji Jingu Gaien, wajib didatengin di musim gugur saat daun mulai kekuningan. Ya pastinya ramai sekali ... Kaminarimon Gate Sensoji Temple , Sudah pernah kesini tapi balik lagi karena lokasinya paling dekat diantara beberapa pilihan temple lainnya dari lokasi kita menginap. Sebenernya aku penasaran sama Gotokuji Temple tapi kasian kalau ternyata memang ga semegah dan sebesar Sensoji, karena aku kesini sama temen temen lainnya yang belum pernah. Setelah ngantre crepes yang terkenal di Harajuku dan harus menerima kenyataan setelah sampai kasir bahwa rasa yang aku mau sudah habis itu kayaknya nyesek banget, ngantrenya uda 20 menitan haha. Akhirnya ada lagi antrean heboh lainnya dan ternyata enak banget. Temen aku beli yang ice cream tapi aku lebih suka yang croquant chou nya. Nah yang difoto diatas itu lah dia bentukannya, super duper lezat. Rasa yang berbeda, seger. Harajuku Tokyo Plaza Omotesando Harajuku, pesanku kalau kesini check deh rooftopnya. The National Art Center. Akihabara untuk shopping 24 jam di Don Quijote. Ajaib sih ini tempat semua ada, costum cosplay dari karakter apa aja ada. Wig warna apa aja dan model apa aja, Kit kat semua rasa, aduhhhhh entah ada berapa lantai pokoknya aku hari terakhir di Tokyo kuhabiskan disini sisa uang dan tenagaku. Nah kayak yang aku bilang diawal, kalau beli JR PASS di HIS travel dapet voucher belanja disini nih. Belajar dari pengalaman, Pertama kali ke Jepang aku ga pernah reserve kursi di shinkansen, karena aku tau November ini High season, aku selalu pesan tempat duduk supaya nyaman berpindah kota. Cold bento 1000 yen, bekal perjalanan Tokyo - Kyoto. Aku paling suka di Jepang ini dengan budaya mereka untuk menghargai privasi di publik transportasi selalu ada stickers ga boleh nelfon, ga boleh ngobrol keras keras. Saat kalian melakukan reservasi untuk booking shinkansen dan tempat duduk kalian bakal dapet tiket kecil gitu diluar JR PASS kalian . JR PASS itu bentuknya kertas ada nama kalian sesuai passport dan tanggal kadaluarsanya, Jalur kalian keluar masuk stasiun juga berbeda, ga perlu tuh yang namanya tap tap di mesin, tapi masuk ke bagian yang dekat dengan penjaga stasiun dan tunjukin deh JR PASS kalian. Pokoknya aman deh selagi kertas itu ga hilang, karena itu mahal harganya disimpan baik baik. Gimana kalau kalian uda reserve tempat duduk terus kalian ketinggalan kereta ? " Jangan sedih pesen aja lagi di jam setelah itu". Pokoknya selama pakai JR PASS aman, kalau mau lebih hemat kalian bisa menggunakan Bus untuk berpindah kota, tapi pastinya kalian harus meluangkan banyak waktu lagi, karena akan ada banyak waktu yang terbuang di perjalanan.
Bali
Bali
Kali ini buat postingan blog mengenai rekomendasi hotel di Bali, siapa tau bisa jadi ide buat kalian yang mau berlibur atau weekend staycation. Ga banyak,  tapi adalah beberapa temen yang suka chat aku atau ngobrol nanya-nanya tentang dimana sih di Bali yang bagus kalau nginep yang gini yang gitu , Kadang aku juga suka kelewat lupa, hmm kemana ya jadilah muncul ide menulis ini buat ngingetin juga pernah kesini dan semoga bisa berguna buat orang yang iseng mampir ke blog ini. Harap dimengerti bahwa ini sama sekali bukan endorse, hanya review pribadi dari pengalaman aku, kita mulai dari Selatan bali hingga ke Utara ya  ..... 1. The Inn Impossible Lokasinya di Pantai Bingin, salah satu pantai favorite aku di Bali saat ini ( hingga bulan september 2018 ) Ada beberapa pilihan kamar, untuk mendapatkan view yang seperti ini pas booking di check lagi supaya memilih ocean view. Kalau yang belum pernah ke Pantai Bingin, aku kasi gambaran bahwa pantai ini letaknya dikawasan tebing-tebing yang mengharuskan kalian untuk menuruni / menaiki tangga-tangga kecil dan kemudia lanjut melewati pasir untuk bisa sampai disini. Jadi kalian bisa mengkondisikan bawaan yang kalian bawa kalau dikira-kira kopernya segede kulkas atau males turun naik tangga,jangan pilih hotel ini. Pihak hotel pastinya akan membantu kalian sih untuk urusan barang dan lain sebagainya, Tapi itu gambaran besar mengenai lokasi hotel ini. Hotel sendiri memiliki restaurant jadi ga usah takut kelaparan malem-malem . Disekitaran pantai bingin juga ada beberapa cafe . Favorite aku ? Kelly's Warung. Rumput tetangga selalu lebih hijau. Kalian pasti bakalan mupeng kalau ngeliat villa villa tetangga sebelah, selama di Bingin. Letak Hotel Inn Impossible lumayan ujung, jadi tidak terlalu ramai pantai di depan hotelnya . 2. Pertiwi Bisma 2 Berlokasi di Jalan Bisma Ubud, yang paling aku suka dari hotel ini adalah kolam renangnya. Mereka punya 2 kolam renang, tapi waktu itu saya hanya berenang di kolam renang ini saja. Karena lokasi di jalan bisma jadi bisa jalan kaki ( 10 menit ) ke arah monkey forest atau sekitar 10 menit  juga ke arah Puri Ubud. Coba deh dikepoin hotelnya, kaget ga dengan harganya terus dapet kolam renang seperti ini ? atau biasa aja aku dan yang lebay ? haha. Kalau ke Ubud terutama kalau menginap di jalan bisma, aku suka banget makan di Umah Pizza. Murah, Enak dan selama nginep di daerah jalan bisma, umah pizza selalu ramai. 3. D'tunjung Resort Berlokasi di Candidasa, dengan view kolam renang menghadap laut dan akses langsung berenang ke laut. Tinggal pilih mau berenang di kolam renang atau di laut. Bisa jalan kaki juga ke Lotus Lagoon via pantai, dekat sekali dengan penginapan ini. Karena lokasinya dekat juga dengan bukit bug-bug, kita mampir . Tapi aku tidak terlalu suka kayak yaa gitu aja ternyata bukit nya. Skip Virgin Beach karena sudah pernah dan bukan favorite juga. hehe 4. Suatu Penginapan Di Bedugul Khusus yang nomer 4 ini cuma mau pamer aja,  karena untuk info nama tempatnya dirahasiakan atas permintaan yang mengajak saya kesini ya, harap dimaklumi dan dimengerti. View di depan penginapan. Karena Bedugul dingin jadi ada tempat perapiannya. Impian sekali penginapan ini. Dari penginapan perjalanan selama 15 menit sudah sampai di Danau Tamblingan untuk sunrise. 5. Camessa Hotel Berlokasi di Amed, Waktu itu memilih hotel ini karena alesan punya akes langsung ke laut, di depannya langsung spot snorkeling , ada kolam renang, murah , bersih dan bisa lihat gunung agung. Waktu aku kesana masih kadang erupsi jadi beruntung sekali aku bisa lihat langsung. View dari rooftop hotel. Waktu erupsi di pagi hari, turis turis masih santai berenang snorkeling dan berlibur. Jarak dari kaki gunung agung ke Amed kurang lebih 40km. Berselang beberapa jam, abu vulkanik menghilang, yang di foto ini merupakan awan. Gunung Agung di sore hari. Sunset swim.
Bangkok
Thailand
Kalau pertama kali ke Bangkok pasti tujuan utama lokasi yang dikunjungi adalah Grand Palace dan tempat-tempat historical lainnya, karena ini sudah kunjungan kesekian kalinya jadi kunjungan kali ini selain untuk makan makanan enak dan temu kangen dengan mango sticky rice dan thai tea pinggir jalan beserta cafe dan restaurant lucu lainnya. Tiket boleh promo tapi apalah bangkok tanpa belanja, makan enak dan cafe hopping. First thing first, kunjungan ke tempat yang jual make-up ga penting tapi lucu menurut aku ( karena aku sendiri ga pake make-up) jadi cuma beli yang lucu - lucu atau sekedar liat liat, Mulai dari Boost, EveandBoy, Watsons. Terminal 21, Menunggu check in airbnb jam 2 kita mampir di mall Terminal 21. Food courtnya menyediakan makanan-makanan enak dan murah, bisa titip koper (FREE OF CHARGE) maximal 3 jam selebihnya bayar. Nama tempat penitipannya : Luggage delivery & storage by Airportels, ada di beberapa mall lainnya. Asiatique The Riverfront ga rekomendasi kalau kalian pergi sendirian, uda jauh ga ada yang special. Ini cocoknya kalau pergi sama keluarga, liat pemandangan kota Bangkok  yang berbeda, karena aku perginya sama orang tua jadi seneng mereka kesini akunya sih ga suka, uda jauh banget dari kota ya gitu gitu aja isinya. Gourmet Market di Siam Paragon, Produk produk yang dijual di supermaret di Bangkok itu sangat menyenangkan untuk dilihat dan dikomentari, Bisa habis waktu sekitar 2 jam untuk keliling keliling dan amaze sama produk yang dijual, super lengkap packagingnya bagus dan lucu, variant nya lebih banyak dan beragam, Contoh shampoo Merk sebut saja Pantene, kan biasa kita lihat di Indonesia, nah ini dijual dengan kemasan berbeda, variant yang lebih banyak dan bentuk packaging yang jauh lebih unik. Selain Mango Sticky Rice menu wajib yang dimakan/minum setiap harinya adalah Thai Ice Tea, aku lebih suka beli di pinggir jalan ketimbang di Food Court / Restaurant. Matchbox Siam Toko baju yang lucu dan harga juga oke, diatasnya ada cafe yang serba pink namanya Pink Plater Cafe. The Commons daerah Thonglor, cafe lain yang bisa jadi rekomendasi untuk kalian di daerah Thonglor adalah Warm Wood Cafe. Unicorn Cafe, lucu banget sampe akhirnya sedikit sakit mata karena keramean, tapi mau minum atau makan merasa bersalah sama badan yang sudah tidak muda ini (warnanya seperti mengandung gula yang sangat banyak). Mampir ke salon dan meja kasirnya lucu sekali Explore daerah Siam untuk  belanja dan nemu toko ini . Di Daerah siam juga kalap beli casing hp, sampai jadi jasa penitipan waktu upload casing lucu lucu ini di instastory. Assumption Cathedral Bangkok Floating Cafe untuk liat sunset yang harganya murah meriah, lokasinya di dekat hotel Shangri La. Toko Baju yang namanya ga kayak toko baju, Lokasi di deket mall Siam Paragon depan zoo cafe. Belanjaan terbaik selama di Bangkok, nemu di MBK. Izinkan saya mengambil foto di Pinterest karena waktu kesana HP ketinggalan, Cafe ini Namanya Shugaa, Yang pengen cari dessert cafe ini bisa jadi salah satu rekomendasi. Bank Art and Culture Center dari National Stadium Station BTS. Siapa tau dari kalian ada yang mau buka jastip / Open PO baju bangkok barangkali info ini sedikit membantu bahwa ada studio lucu lucu seperti ini yang bisa di sewa setengah hari untuk foto-foto. Jadi kalian sendiri modelnya di fotoin temen atau sebaliknya .